<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-409098537520795775</id><updated>2011-08-16T14:12:18.559+07:00</updated><category term='Bolehkah Tauriyah?'/><category term='Begitulah istri seharusnya'/><category term='liburan teman teman upt'/><category term='muhammad fikri al kautsar'/><category term='Dusta kian merajalela'/><title type='text'>Anak Shalih : Muhammad Fikri Al Kautsar</title><subtitle type='html'>Blog Untuk Anakku : Muhammad Fikri Al Kautsar</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://trifikri.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/409098537520795775/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://trifikri.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>trifikri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09230483845525704026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_52arrasQkcM/SfZ-A0UG0BI/AAAAAAAAADQ/xr9H3r10PrI/S220/DSC00473.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>15</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-409098537520795775.post-6431883091836904201</id><published>2010-01-29T10:39:00.003+07:00</published><updated>2010-01-29T10:49:12.001+07:00</updated><title type='text'>MUHAMMAD DARI KELAHIRAN SAMPAI PERKAWINANNYA</title><content type='html'>MUHAMMAD DARI KELAHIRAN                   (1/3) &lt;br /&gt;SAMPAI PERKAWINANNYA&lt;br /&gt;Muhammad Husain Haekal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Perkawinan Abdullah dengan Aminah - Abdullah wafat -&lt;br /&gt;   Muhammad lahir disusukan oleh Keluarga Sa'd - Kisah&lt;br /&gt;   dua malaikat - Lima tahun selama tinggal di pedalaman&lt;br /&gt;   - Aminah wafat - Di bawah asuhan Abd'l-Muttalib -&lt;br /&gt;   Abd'l-Muttalib wafat - Di bawah asuhan Abu Talib -&lt;br /&gt;   Pergi ke Suria dalam usia dua belas tahun- Perang&lt;br /&gt;   Fijar - Menggembala kambing - Ke Suria membawa&lt;br /&gt;   dagangan Khadijah - Perkawinannya dengan Khadijah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;USIA Abd'l-Muttalib sudah  hampir  mencapai  tujuhpuluh  tahun&lt;br /&gt;atau   lebih   tatkala  Abraha  mencoba  menyerang  Mekah  dan&lt;br /&gt;menghancurkan Rumah Purba. Ketika itu  umur  Abdullah  anaknya&lt;br /&gt;sudah duapuluh empat tahun, dan sudah tiba masanya dikawinkan.&lt;br /&gt;Pilihan Abd'l-Muttalib jatuh kepada Aminah bint Wahb  bin  Abd&lt;br /&gt;Manaf  bin Zuhra, - pemimpin suku Zuhra ketika itu yang sesuai&lt;br /&gt;pula usianya dan mempunyai kedudukan terhormat. Maka  pergilah&lt;br /&gt;anak-beranak  itu hendak mengunjungi keluarga Zuhra. Ia dengan&lt;br /&gt;anaknya menemui Wahb dan melamar puterinya.  Sebagian  penulis&lt;br /&gt;sejarah  berpendapat,  bahwa  ia  pergi  menemui  Uhyab, paman&lt;br /&gt;Aminah, sebab waktu itu ayahnya sudah  meninggal  dan  dia  di&lt;br /&gt;bawah  asuhan  pamannya.  Pada hari perkawinan Abdullah dengan&lt;br /&gt;Aminah itu, Abd'l-Muttalib  juga  kawin  dengan  Hala,  puteri&lt;br /&gt;pamannya.  Dari perkawinan ini lahirlah Hamzah, paman Nabi dan&lt;br /&gt;yang seusia dengan dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah dengan Aminah  tinggal  selama  tiga  hari  di  rumah&lt;br /&gt;Aminah,  sesuai  dengan  adat  kebiasaan  Arab bila perkawinan&lt;br /&gt;dilangsungkan di rumah keluarga pengantin puteri. Sesudah  itu&lt;br /&gt;mereka  pindah  bersama-sama  ke  keluarga Abd'l-Muttalib. Tak&lt;br /&gt;seberapa lama kemudian Abdullahpun  pergi  dalam  suatu  usaha&lt;br /&gt;perdagangan  ke  Suria  dengan  meninggalkan isteri yang dalam&lt;br /&gt;keadaan hamil. Tentang ini masih terdapat beberapa  keterangan&lt;br /&gt;yang  berbeda-beda:  adakah  Abdullah kawin lagi selain dengan&lt;br /&gt;Aminah;  adakah  wanita  lain  yang  datang  menawarkan   diri&lt;br /&gt;kepadanya?     Rasanya    tak    ada    gunanya    menyelidiki&lt;br /&gt;keterangan-keterangan semacam ini. Yang pasti  ialah  Abdullah&lt;br /&gt;adalah  seorang  pemuda  yang tegap dan tampan. Bukan hal yang&lt;br /&gt;luar biasa jika ada wanita lain yang ingin  menjadi  isterinya&lt;br /&gt;selain  Aminah. Tetapi setelah perkawinannya dengan Aminah itu&lt;br /&gt;hilanglah harapan yang lain walaupun  untuk  sementara.  Siapa&lt;br /&gt;tahu,   barangkali   mereka  masih  menunggu  ia  pulang  dari&lt;br /&gt;perjalanannya ke  Syam  untuk  menjadi  isterinya  di  samping&lt;br /&gt;Aminah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  perjalanannya  itu  Abdullah  tinggal  selama  beberapa&lt;br /&gt;bulan. Dalam pada itu ia pergi juga ke Gaza dan kembali  lagi.&lt;br /&gt;Kemudian  ia  singgah  ke  tempat  saudara-saudara  ibunya  di&lt;br /&gt;Medinah sekadar beristirahat sesudah merasa letih selama dalam&lt;br /&gt;perjalanan.  Sesudah itu ia akan kembali pulang dengan kafilah&lt;br /&gt;ke Mekah. Akan tetapi kemudian ia menderita  sakit  di  tempat&lt;br /&gt;saudara-saudara  ibunya  itu.  Kawan-kawannyapun  pulang lebih&lt;br /&gt;dulu meninggalkan dia. Dan merekalah yang menyampaikan  berita&lt;br /&gt;sakitnya itu kepada ayahnya setelah mereka sampai di Mekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu  berita sampai kepada Abd'l-Muttalib ia mengutus Harith&lt;br /&gt;- anaknya yang sulung - ke  Medinah,  supaya  membawa  kembali&lt;br /&gt;bila  ia  sudah  sembuh.  Tetapi  sesampainya  di  Medinah  ia&lt;br /&gt;mengetahui bahwa Abdullah sudah meninggal dan sudah dikuburkan&lt;br /&gt;pula,   sebulan   sesudah   kafilahnya   berangkat  ke  Mekah.&lt;br /&gt;Kembalilah Harith kepada keluarganya dengan  membawa  perasaan&lt;br /&gt;pilu  atas  kematian  adiknya itu. Rasa duka dan sedih menimpa&lt;br /&gt;hati Abd'l-Muttalib, menimpa hati Aminah, karena ia kehilangan&lt;br /&gt;seorang  suami  yang  selama  ini  menjadi harapan kebahagiaan&lt;br /&gt;hidupnya. Demikian juga Abd'l-Muttalib sangat sayang kepadanya&lt;br /&gt;sehingga penebusannya terhadap Sang Berhala yang demikian rupa&lt;br /&gt;belum pernah terjadi di kalangan masyarakat Arab sebelum itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peninggalan Abdullah sesudah  wafat  terdiri  dari  lima  ekor&lt;br /&gt;unta,  sekelompok  ternak kambing dan seorang budak perempuan,&lt;br /&gt;yaitu Umm Ayman - yang kemudian menjadi pengasuh  Nabi.  Boleh&lt;br /&gt;jadi   peninggalan   serupa  itu  bukan  berarti  suatu  tanda&lt;br /&gt;kekayaan; tapi  tidak  juga  merupakan  suatu  kemiskinan.  Di&lt;br /&gt;samping  itu  umur  Abdullah yang masih dalam usia muda belia,&lt;br /&gt;sudah mampu bekerja dan berusaha mencapai kekayaan. Dalam pada&lt;br /&gt;itu  ia  memang tidak mewarisi sesuatu dari ayahnya yang masih&lt;br /&gt;hidup itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aminah sudah hamil, dan kemudian, seperti  wanita  lain  iapun&lt;br /&gt;melahirkan.  Selesai  bersalin  dikirimnya berita kepada Abd'l&lt;br /&gt;Muttalib  di  Ka'bah,  bahwa  ia   melahirkan   seorang   anak&lt;br /&gt;laki-laki.  Alangkah gembiranya orang tua itu setelah menerima&lt;br /&gt;berita. Sekaligus ia teringat kepada Abdullah anaknya. Gembira&lt;br /&gt;sekali  hatinya  karena  ternyata pengganti anaknya sudah ada.&lt;br /&gt;Cepat-cepat ia menemui menantunya itu,  diangkatnya  bayi  itu&lt;br /&gt;lalu  dibawanya  ke  Ka'bah. Ia diberi nama Muhammad. Nama ini&lt;br /&gt;tidak umum di kalangan orang Arab tapi cukup dikenal. Kemudian&lt;br /&gt;dikembalikannya  bayi  itu  kepada  ibunya. Kini mereka sedang&lt;br /&gt;menantikan orang yang akan menyusukannya  dari  Keluarga  Sa'd&lt;br /&gt;(Banu  Sa'd),  untuk  kemudian  menyerahkan anaknya itu kepada&lt;br /&gt;salah seorang dari mereka, sebagaimana sudah menjadi adat kaum&lt;br /&gt;bangsawan Arab di Mekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai  tahun  ketika  Muhammad  dilahirkan,  beberapa  ahli&lt;br /&gt;berlainan pendapat. Sebagian besar mengatakan pada Tahun Gajah&lt;br /&gt;(570  Masehi).  Ibn  Abbas mengatakan ia dilahirkan pada Tahun&lt;br /&gt;Gajah itu. Yang lain berpendapat  kelahirannya  itu  limabelas&lt;br /&gt;tahun sebelum peristiwa gajah. Selanjutnya ada yang mengatakan&lt;br /&gt;ia dilahirkan beberapa hari  atau  beberapa  bulan  atau  juga&lt;br /&gt;beberapa  tahun  sesudah  Tahun  Gajah. Ada yang menaksir tiga&lt;br /&gt;puluh tahun, dan ada  juga  yang  menaksir  sampai  tujuhpuluh&lt;br /&gt;tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga para ahli berlainan pendapat mengenai bulan kelahirannya.&lt;br /&gt;Sebagian besar mengatakan ia dilahirkan bulan Rabiul Awal. Ada&lt;br /&gt;yang  berkata lahir dalam bulan Muharam, yang lain berpendapat&lt;br /&gt;dalam bulan Safar, sebagian lagi menyatakan dalam bulan Rajab,&lt;br /&gt;sementara yang lain mengatakan dalam bulan Ramadan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelainan  pendapat itu juga mengenai hari bulan ia dilahirkan.&lt;br /&gt;Satu pendapat mengatakan pada malam kedua  Rabiul  Awal,  atau&lt;br /&gt;malam   kedelapan,   atau   kesembilan.  Tetapi  pada  umumnya&lt;br /&gt;mengatakan, bahwa dia dilahirkan pada tanggal duabelas  Rabiul&lt;br /&gt;Awal. Ini adalah pendapat Ibn Ishaq dan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya   terdapat   perbedaan   pendapat  mengenai  waktu&lt;br /&gt;kelahirannya, yaitu siang atau malam, demikian  juga  mengenai&lt;br /&gt;tempat  kelahirannya di Mekah. Caussin de Perceval dalam Essai&lt;br /&gt;sur  l'Histoire  des   Arabes   menyatakan,   bahwa   Muhammad&lt;br /&gt;dilahirkan bulan Agustus 570, yakni Tahun Gajah, dan bahwa dia&lt;br /&gt;dilahirkan di Mekah di rumah kakeknya Abd'l-Muttalib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada  hari  ketujuh  kelahirannya  itu  Abd'l-Muttalib   minta&lt;br /&gt;disembelihkan   unta.   Hal   ini  kemudian  dilakukan  dengan&lt;br /&gt;mengundang makan masyarakat Quraisy. Setelah mereka mengetahui&lt;br /&gt;bahwa  anak  itu  diberi  nama Muhammad, mereka bertanya-tanya&lt;br /&gt;mengapa ia tidak suka memakai nama nenek  moyang.  "Kuinginkan&lt;br /&gt;dia akan  menjadi  orang  yang Terpuji,1  bagi Tuhan di langit&lt;br /&gt;dan bagi makhlukNya di bumi," jawab Abd'l Muttalib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aminah masih menunggu  akan  menyerahkan  anaknya  itu  kepada&lt;br /&gt;salah  seorang  Keluarga  Sa'd  yang  akan menyusukan anaknya,&lt;br /&gt;sebagaimana sudah menjadi kebiasaan  bangsawan-bangsawan  Arab&lt;br /&gt;di    Mekah.    Adat   demikian   ini   masih   berlaku   pada&lt;br /&gt;bangsawan-bangsawan  Mekah.  Pada   hari   kedelapan   sesudah&lt;br /&gt;dilahirkan  anak  itupun  dikirimkan  ke  pedalaman  dan  baru&lt;br /&gt;kembali pulang ke kota sesudah ia berumur delapan atau sepuluh&lt;br /&gt;tahun.  Di  kalangan  kabilah-kabilah  pedalaman yang terkenal&lt;br /&gt;dalam menyusukan ini di antaranya  ialah  kabilah  Banu  Sa'd.&lt;br /&gt;Sementara masih menunggu orang yang akan menyusukan itu Aminah&lt;br /&gt;menyerahkan anaknya kepada Thuwaiba, budak perempuan pamannya,&lt;br /&gt;Abu  Lahab. Selama beberapa waktu ia disusukan, seperti Hamzah&lt;br /&gt;yang juga kemudian disusukannya. Jadi  mereka  adalah  saudara&lt;br /&gt;susuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekalipun  Thuwaiba hanya beberapa hari saja menyusukan, namun&lt;br /&gt;ia tetap memelihara hubungan yang baik sekali selama hidupnya.&lt;br /&gt;Setelah  wanita  itu  meninggal  pada tahun ketujuh sesudah ia&lt;br /&gt;hijrah ke Medinah,  untuk  meneruskan  hubungan  baik  itu  ia&lt;br /&gt;menanyakan  tentang  anaknya yang juga menjadi saudara susuan.&lt;br /&gt;Tetapi kemudian  ia  mengetahui  bahwa  anak  itu  juga  sudah&lt;br /&gt;meninggal sebelum ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya  datang  juga  wanita-wanita  Keluarga Sa'd yang akan&lt;br /&gt;menyusukan itu ke Mekah. Mereka memang mencari bayi yang  akan&lt;br /&gt;mereka  susukan.  Akan  tetapi  mereka  menghindari  anak-anak&lt;br /&gt;yatim. Sebenarnya mereka masih mengharapkan sesuatu jasa  dari&lt;br /&gt;sang  ayah.  Sedang  dari  anak-anak yatim sedikit sekali yang&lt;br /&gt;dapat mereka harapkan. Oleh karena itu di  antara  mereka  itu&lt;br /&gt;tak  ada  yang  mau  mendatangi Muhammad. Mereka akan mendapat&lt;br /&gt;hasil yang lumayan bila mendatangi keluarga yang dapat  mereka&lt;br /&gt;harapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi Halimah bint Abi-Dhua'ib yang pada mulanya menolak&lt;br /&gt;Muhammad, seperti yang lain-lain juga, ternyata tidak mendapat&lt;br /&gt;bayi  lain  sebagai gantinya. Di samping itu karena dia memang&lt;br /&gt;seorang  wanita  yang  kurang  mampu,  ibu-ibu  lainpun  tidak&lt;br /&gt;menghiraukannya.  Setelah  sepakat  mereka  akan  meninggalkan&lt;br /&gt;Mekah. Halimah berkata kepada Harith bin Abd'l-'Uzza suaminya:&lt;br /&gt;"Tidak  senang  aku pulang bersama dengan teman-temanku tanpa&lt;br /&gt;membawa seorang bayi. Biarlah aku pergi kepada anak yatim  itu&lt;br /&gt;dan akan kubawa juga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baiklah,"  jawab  suaminya.  "Mudah-mudahan  karena itu Tuhan&lt;br /&gt;akan memberi berkah kepada kita."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halimah  kemudian  mengambil  Muhammad  dan  dibawanya   pergi&lt;br /&gt;bersama-sama   dengan   teman-temannya   ke   pedalaman.   Dia&lt;br /&gt;bercerita, bahwa sejak diambilnya anak itu ia merasa  mendapat&lt;br /&gt;berkah.   Ternak   kambingnya   gemuk-gemuk   dan   susunyapun&lt;br /&gt;bertambah. Tuhan telah memberkati semua yang ada padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama dua tahun Muhammad tinggal di  sahara,  disusukan  oleh&lt;br /&gt;Halimah  dan  diasuh oleh Syaima', puterinya. Udara sahara dan&lt;br /&gt;kehidupan pedalaman yang  kasar  menyebabkannya  cepat  sekali&lt;br /&gt;menjadi  besar,  dan  menambah  indah  bentuk  dan pertumbuhan&lt;br /&gt;badannya. Setelah cukup dua tahun dan  tiba  masanya  disapih,&lt;br /&gt;Halimah  membawa  anak  itu  kepada  ibunya  dan  sesudah  itu&lt;br /&gt;membawanya kembali ke  pedalaman.  Hal  ini  dilakukan  karena&lt;br /&gt;kehendak  ibunya,  kata sebuah keterangan, dan keterangan lain&lt;br /&gt;mengatakan karena kehendak Halimah sendiri. Ia dibawa  kembali&lt;br /&gt;supaya  lebih  matang,  juga  memang  dikuatirkan  dari adanya&lt;br /&gt;serangan wabah Mekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua tahun lagi anak itu tinggal  di  sahara,  menikmati  udara&lt;br /&gt;pedalaman  yang  jernih  dan bebas, tidak terikat oleh sesuatu&lt;br /&gt;ikatan jiwa, juga tidak oleh ikatan materi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa itu, sebelum usianya  mencapai  tiga  tahun,  ketika&lt;br /&gt;itulah  terjadi  cerita  yang  banyak dikisahkan orang. Yakni,&lt;br /&gt;bahwa  sementara  ia  dengan  saudaranya  yang  sebaya  sesama&lt;br /&gt;anak-anak   itu  sedang  berada  di  belakang  rumah  di  luar&lt;br /&gt;pengawasan keluarganya, tiba-tiba anak yang dari Keluarga Sa'd&lt;br /&gt;itu   kembali   pulang  sambil  berlari,  dan  berkata  kepada&lt;br /&gt;ibu-bapanya: "Saudaraku yang dari Quraisy  itu  telah  diambil&lt;br /&gt;oleh  dua  orang  laki-laki  berbaju  putih.  Dia dibaringkan,&lt;br /&gt;perutnya dibedah, sambil di balik-balikan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tentang Halimah ini ada juga diceritakan,  bahwa  mengenai&lt;br /&gt;diri  dan suaminya ia berkata: "Lalu saya pergi dengan ayahnya&lt;br /&gt;ke  tempat  itu.  Kami  jumpai  dia  sedang  berdiri.  Mukanya&lt;br /&gt;pucat-pasi. Kuperhatikan dia. demikian juga ayahnya. Lalu kami&lt;br /&gt;tanyakan: "Kenapa kau, nak?" Dia menjawab: "Aku didatangi oleh&lt;br /&gt;dua  orang  laki-laki berpakaian putih. Aku di baringkan, lalu&lt;br /&gt;perutku di bedah. Mereka mencari sesuatu di dalamnya. Tak tahu&lt;br /&gt;aku apa yang mereka cari."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halimah dan suaminya kembali pulang ke rumah. Orang itu sangat&lt;br /&gt;ketakutan, kalau-kalau anak itu sudah kesurupan. Sesudah  itu,&lt;br /&gt;dibawanya  anak  itu  kembali  kepada  ibunya  di  Mekah. Atas&lt;br /&gt;peristiwa ini Ibn Ishaq  membawa  sebuah  Hadis  Nabi  sesudah&lt;br /&gt;kenabiannya. Tetapi dalam menceritakan peristiwa ini Ibn Ishaq&lt;br /&gt;nampaknya  hati-hati  sekali  dan   mengatakan   bahwa   sebab&lt;br /&gt;dikembalikannya  kepada  ibunya bukan karena cerita adanya dua&lt;br /&gt;malaikat itu, melainkan - seperti cerita Halimah kepada Aminah&lt;br /&gt;-  ketika  ia di bawa pulang oleh Halimah sesudah disapih, ada&lt;br /&gt;beberapa orang Nasrani  Abisinia  memperhatikan  Muhammad  dan&lt;br /&gt;menanyakan   kepada   Halimah  tentang  anak  itu.  Dilihatnya&lt;br /&gt;belakang anak itu, lalu mereka berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Biarlah kami bawa anak ini kepada raja kami di  negeri  kami.&lt;br /&gt;Anak  ini  akan menjadi orang penting. Kamilah yang mengetahui&lt;br /&gt;keadaannya." Halimah lalu cepat-cepat menghindarkan diri  dari&lt;br /&gt;mereka  dengan  membawa  anak  itu.  Demikian juga cerita yang&lt;br /&gt;dibawa oleh Tabari, tapi  ini  masih  di  ragukan;  sebab  dia&lt;br /&gt;menyebutkan   Muhammad   dalam   usianya   itu,  lalu  kembali&lt;br /&gt;menyebutkan  bahwa  hal  itu  terjadi   tidak   lama   sebelum&lt;br /&gt;kenabiannya dan usianya empatpuluh tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                    (bersambung ke bagian 2/3)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;---------------------------------------------&lt;br /&gt;S E J A R A H    H I D U P    M U H A M M A D&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;oleh MUHAMMAD HUSAIN HAEKAL&lt;br /&gt;diterjemahkan dari bahasa Arab oleh Ali Audah&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Penerbit PUSTAKA JAYA&lt;br /&gt;Jln. Kramat II, No. 31 A, Jakarta Pusat&lt;br /&gt;Cetakan Kelima, 1980&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Seri PUSTAKA ISLAM No.1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MUHAMMAD DARI KELAHIRAN                   (2/3) &lt;br /&gt;SAMPAI PERKAWINANNYA&lt;br /&gt;Muhammad Husain Haekal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik  kaum  Orientalis  maupun beberapa kalangan kaum Muslimin&lt;br /&gt;sendiri tidak merasa puas dengan cerita dua malaikat  ini  dan&lt;br /&gt;menganggap   sumber  itu  lemah  sekali.  Yang  melihat  kedua&lt;br /&gt;laki-laki (malaikat) dalam cerita penulis-penulis sejarah  itu&lt;br /&gt;hanya  anak-anak  yang  baru  dua tahun lebih sedikit umurnya.&lt;br /&gt;Begitu juga umur Muhammad waktu itu. Akan tetapi sumber-sumber&lt;br /&gt;itu   sependapat   bahwa  Muhammad  tinggal  di  tengah-tengah&lt;br /&gt;Keluarga Sa'd itu sampai mencapai usia lima  tahun.  Andaikata&lt;br /&gt;peristiwa  itu  terjadi  ketika ia berusia dua setengah tahun,&lt;br /&gt;dan ketika itu Halimah dan  suaminya  mengembalikannya  kepada&lt;br /&gt;ibunya,  tentulah terdapat kontradiksi dalam dua sumber cerita&lt;br /&gt;itu yang tak dapat diterima. Oleh karena itu beberapa  penulis&lt;br /&gt;berpendapat,  bahwa ia kembali dengan Halimah itu untuk ketiga&lt;br /&gt;kalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini Sir William Muir tidak  mau  menyebutkan  cerita&lt;br /&gt;tentang  dua  orang  berbaju putih itu, dan hanya menyebutkan,&lt;br /&gt;bahwa kalau Halimah dan suaminya sudah menyadari adanya  suatu&lt;br /&gt;gangguan  kepada  anak itu, maka mungkin saja itu adalah suatu&lt;br /&gt;gangguan krisis urat-saraf, dan kalau  hal  itu  tidak  sampai&lt;br /&gt;mengganggu  kesehatannya  ialah  karena  bentuk  tubuhnya yang&lt;br /&gt;baik. Barangkali yang  lainpun  akan  berkata:  Baginya  tidak&lt;br /&gt;diperlukan  lagi  akan  ada  yang  harus  membelah  perut atau&lt;br /&gt;dadanya, sebab sejak dilahirkan Tuhan  sudah  mempersiapkannya&lt;br /&gt;supaya  menjalankan  risalahNya. Dermenghem berpendapat, bahwa&lt;br /&gt;cerita ini tidak mempunyai dasar kecuali dari  yang  diketahui&lt;br /&gt;orang  dari  teks  ayat  yang  berbunyi:  "Bukankah sudah Kami&lt;br /&gt;lapangkan dadamu? Dan sudah Kami lepaskan beban dari kau? Yang&lt;br /&gt;telah memberati punggungmu?" (Qur'an 94: 1-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa  yang  telah  diisyaratkan  Qur'an  itu  adalah dalam arti&lt;br /&gt;rohani semata, yang maksudnya ialah membersihkan  (menyucikan)&lt;br /&gt;dan  mencuci  hati  yang akan menerima Risalah Kudus, kemudian&lt;br /&gt;meneruskannya  seikhlas-ikhlasnya,  dengan  menanggung  segala&lt;br /&gt;beban karena Risalah yang berat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan  demikian  apa  yang  diminta  oleh kaum Orientalis dan&lt;br /&gt;pemikir-pemikir Muslim dalam hal ini ialah  bahwa  peri  hidup&lt;br /&gt;Muhammad adalah sifatnya manusia semata-mata dan bersifat peri&lt;br /&gt;kemanusiaan yang luhur. Dan untuk memperkuat  kenabiannya  itu&lt;br /&gt;memang  tidak  perlu  ia harus bersandar kepada apa yang biasa&lt;br /&gt;dilakukan oleh  mereka  yang  suka  kepada  yang  ajaib-ajaib.&lt;br /&gt;Dengan  demikian  mereka  beralasan  sekali  menolak tanggapan&lt;br /&gt;penulis-penulis Arab dan kaum Muslimin tentang peri hidup Nabi&lt;br /&gt;yang  tidak  masuk akal itu. Mereka berpendapat bahwa apa yang&lt;br /&gt;dikemukakan itu tidak sejalan dengan  apa  yang  diminta  oleh&lt;br /&gt;Qur'an   supaya   merenungkan   ciptaan   Tuhan,   dan   bahwa&lt;br /&gt;undang-undang Tuhan takkan ada yang berubah-ubah. Tidak sesuai&lt;br /&gt;dengan  ekspresi  Qur'an  tentang  kaum Musyrik yang tidak mau&lt;br /&gt;mendalami dan tidak mau mengerti juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad tinggal pada Keluarga Sa'd sampai mencapai usia  lima&lt;br /&gt;tahun,  menghirup  jiwa  kebebasan dan kemerdekaan dalam udara&lt;br /&gt;sahara  yang  lepas  itu.  Dari   kabilah   ini   ia   belajar&lt;br /&gt;mempergunakan  bahasa  Arab  yang  murni,  sehingga  pernah ia&lt;br /&gt;mengatakan kepada teman-temannya kemudian:  "Aku  yang  paling&lt;br /&gt;fasih di antara kamu sekalian. Aku dari Quraisy tapi diasuh di&lt;br /&gt;tengah-tengah Keluarga Sa'd bin Bakr."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima tahun masa yang ditempuhnya itu telah memberikan kenangan&lt;br /&gt;yang  indah  sekali dan kekal dalam jiwanya. Demikian juga Ibu&lt;br /&gt;Halimah dan keluarganya  tempat  dia  menumpahkan  rasa  kasih&lt;br /&gt;sayang dan hormat selama hidupnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penduduk  daerah  itu  pernah  mengalami  suatu  masa paceklik&lt;br /&gt;sesudah perkawinan Muhammad dengan Khadijah. Bilamana  Halimah&lt;br /&gt;kemudian  mengunjunginya, sepulangnya ia dibekali dengan harta&lt;br /&gt;Khadijah berupa unta yang dimuati air  dan  empat  puluh  ekor&lt;br /&gt;kambing. Dan setiap dia datang dibentangkannya pakaiannya yang&lt;br /&gt;paling berharga untuk tempat duduk Ibu Halimah  sebagai  tanda&lt;br /&gt;penghormatan. Ketika Syaima, puterinya berada di bawah tawanan&lt;br /&gt;bersama-sama pihak Hawazin setelah  Ta'if  dikepung,  kemudian&lt;br /&gt;dibawa  kepada  Muhammad,  ia segera mengenalnya. Ia dihormati&lt;br /&gt;dan dikembalikan kepada keluarganya  sesuai  dengan  keinginan&lt;br /&gt;wanita itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah  lima  tahun, kemudian Muhammad kembali kepada ibunya.&lt;br /&gt;Dikatakan juga, bahwa Halimah pernah mencari tatkala ia sedang&lt;br /&gt;membawanya    pulang    ketempat    keluarganya   tapi   tidak&lt;br /&gt;menjumpainya. Ia mendatangi Abd'l-Muttalib dan  memberitahukan&lt;br /&gt;bahwa  Muhammad  telah  sesat jalan ketika berada di hulu kota&lt;br /&gt;Mekah. Lalu Abd'l-Muttalibpun menyuruh orang mencarinya,  yang&lt;br /&gt;akhirnya   dikembalikan   oleh  Waraqa  bin  Naufal,  demikian&lt;br /&gt;setengah orang berkata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Abd'l-Muttalib yang bertindak mengasuh  cucunya  itu.&lt;br /&gt;Ia   memeliharanya   sungguh-sungguh  dan  mencurahkan  segala&lt;br /&gt;kasih-sayangnya kepada cucu ini. Biasanya buat orang tua itu -&lt;br /&gt;pemimpin  seluruh  Quraisy  dan pemimpin Mekah - diletakkannya&lt;br /&gt;hamparan  tempat  dia  duduk  di  bawah  naungan  Ka'bah,  dan&lt;br /&gt;anak-anaknya  lalu  duduk pula sekeliling hamparan itu sebagai&lt;br /&gt;penghormatan kepada orang tua. Tetapi  apabila  Muhammad  yang&lt;br /&gt;datang maka didudukkannya ia di sampingnya diatas hamparan itu&lt;br /&gt;sambil ia mengelus-ngelus punggungnya. Melihat betapa besarnya&lt;br /&gt;rasa cintanya itu paman-paman Muhammad tidak mau membiarkannya&lt;br /&gt;di belakang dari tempat mereka duduk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih-lebih lagi kecintaan kakek  itu  kepada  cucunya  ketika&lt;br /&gt;Aminah   kemudian   membawa   anaknya  itu  ke  Medinah  untuk&lt;br /&gt;diperkenalkan  kepada  saudara-saudara  kakeknya  dari   pihak&lt;br /&gt;Keluarga Najjar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan itu dibawanya juga Umm Aiman, budak perempuan&lt;br /&gt;yang ditinggalkan ayahnya dulu.  Sesampai  mereka  di  Medinah&lt;br /&gt;kepada  anak  itu diperlihatkan rumah tempat ayahnya meninggal&lt;br /&gt;dulu serta tempat ia dikuburkan. Itu adalah yang pertama  kali&lt;br /&gt;ia  merasakan  sebagai  anak yatim. Dan barangkali juga ibunya&lt;br /&gt;pernah menceritakan dengan panjang lebar tentang ayah tercinta&lt;br /&gt;itu,   yang   setelah  beberapa  waktu  tinggal  bersama-sama,&lt;br /&gt;kemudian meninggal dunia di tengah-tengah pamannya dari  pihak&lt;br /&gt;ibu.  Sesudah  Hijrah  pernah  juga  Nabi  menceritakan kepada&lt;br /&gt;sahabat-sahabatnya kisah perjalanannya yang pertama ke Medinah&lt;br /&gt;dengan  ibunya itu. Kisah yang penuh cinta pada Medinah, kisah&lt;br /&gt;yang penuh duka pada orang yang ditinggalkan keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah cukup sebulan mereka tinggal di Medinah, Aminah  sudah&lt;br /&gt;bersiap-siap  akan  pulang.  Ia  dan  rombongan kembali pulang&lt;br /&gt;dengan dua ekor unta yang membawa mereka dari Mekah. Tetapi di&lt;br /&gt;tengah  perjalanan,  ketika  mereka  sampai  di Abwa',2 ibunda&lt;br /&gt;Aminah menderita sakit, yang kemudian meninggal dan dikuburkan&lt;br /&gt;pula di tempat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak  itu  oleh  Umm  Aiman  dibawa  pulang  ke  Mekah, pulang&lt;br /&gt;menangis dengan hati yang pilu, sebatang kara. Ia makin merasa&lt;br /&gt;kehilangan;  sudah  ditakdirkan  menjadi  anak  yatim.  Terasa&lt;br /&gt;olehnya hidup yang makin sunyi,  makin  sedih.  Baru  beberapa&lt;br /&gt;hari   yang   lalu  ia  mendengar  dari  Ibunda  keluhan  duka&lt;br /&gt;kehilangan Ayahanda semasa ia masih dalam kandungan.  Kini  ia&lt;br /&gt;melihat  sendiri  dihadapannya,  ibu pergi untuk tidak kembali&lt;br /&gt;lagi, seperti ayah dulu.  Tubuh  yang  masih  kecil  itu  kini&lt;br /&gt;dibiarkan memikul beban hidup yang berat, sebagai yatim-piatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih-lebih  lagi  kecintaan  Abd'l-Muttalib kepadanya. Tetapi&lt;br /&gt;sungguhpun begitu, kenangan sedih sebagai anak yatim-piatu itu&lt;br /&gt;bekasnya masih mendalam sekali dalam jiwanya sehingga di dalam&lt;br /&gt;Qur'anpun disebutkan,  ketika  Allah  mengingatkan  Nabi  akan&lt;br /&gt;nikmat  yang  dianugerahkan  kepadanya  itu:  "Bukankah engkau&lt;br /&gt;dalam keadaan yatim-piatu? Lalu diadakanNya  orang  yang  akan&lt;br /&gt;melindungimu?  Dan  menemukan  kau  kehilangan  pedoman,  lalu&lt;br /&gt;ditunjukkanNya jalan itu?" (Qur'an, 93: 6-7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenangan yang memilukan hati ini barangkali akan  terasa  agak&lt;br /&gt;meringankan juga sedikit, sekiranya Abd'l-Muttalib masih dapat&lt;br /&gt;hidup lebih lama lagi. Tetapi orang tua  itu  juga  meninggal,&lt;br /&gt;dalam  usia delapanpuluh tahun, sedang Muhammad waktu itu baru&lt;br /&gt;berumur  delapan  tahun.  Sekali   lagi   Muhammad   dirundung&lt;br /&gt;kesedihan  karena  kematian  kakeknya  itu, seperti yang sudah&lt;br /&gt;dialaminya  ketika  ibunya  meninggal.  Begitu  sedihnya  dia,&lt;br /&gt;sehingga   selalu  ia  menangis  sambil  mengantarkan  keranda&lt;br /&gt;jenazah sampai ketempat peraduan terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan sesudah itupun ia masih tetap mengenangkannya sekalipun&lt;br /&gt;sesudah  itu,  di  bawah asuhan Abu Talib pamannya ia mendapat&lt;br /&gt;perhatian  dan  pemeliharaan  yang   baik   sekali,   mendapat&lt;br /&gt;perlindungan  sampai  masa  kenabiannya,  yang  terus demikian&lt;br /&gt;sampai pamannya itupun achirnya meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kematian Abd'l-Muttalib ini merupakan pukulan berat&lt;br /&gt;bagi Keluarga Hasyim semua. Di antara anak-anaknya itu tak ada&lt;br /&gt;yang  seperti  dia:  mempunyai  keteguhan  hati,   kewibawaan,&lt;br /&gt;pandangan  yang  tajam,  terhormat dan berpengaruh di kalangan&lt;br /&gt;Arab semua. Dia menyediakan makanan dan  minuman  bagi  mereka&lt;br /&gt;yang  datang  berziarah,  memberikan  bantuan  kepada penduduk&lt;br /&gt;Mekah bila mereka mendapat bencana. Sekarang ternyata tak  ada&lt;br /&gt;lagi  dari  anak-anaknya  itu yang akan dapat meneruskan. Yang&lt;br /&gt;dalam keadaan miskin, tidak mampu melakukan itu,  sedang  yang&lt;br /&gt;kaya  hidupnya  kikir  sekali.  Oleh  karena itu maka Keluarga&lt;br /&gt;Umaya yang lalu tampil ke depan akan mengambil tampuk pimpinan&lt;br /&gt;yang  memang  sejak  dulu  diinginkan  itu, tanpa menghiraukan&lt;br /&gt;ancaman yang datang dari pihak Keluarga Hasyim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengasuhan Muhammad di pegang oleh Abu  Talib,  sekalipun  dia&lt;br /&gt;bukan yang tertua di antara saudara-saudaranya. Saudara tertua&lt;br /&gt;adalah Harith, tapi dia tidak seberapa mampu. Sebaliknya Abbas&lt;br /&gt;yang mampu, tapi dia kikir sekali dengan hartanya. Oleh karena&lt;br /&gt;itu ia hanya memegang urusan siqaya (pengairan) tanpa mengurus&lt;br /&gt;rifada  (makanan). Sekalipun dalam kemiskinannya itu, tapi Abu&lt;br /&gt;Talib  mempunyai  perasaan  paling  halus  dan  terhormat   di&lt;br /&gt;kalangan   Quraisy.   Dan   tidak   pula   mengherankan  kalau&lt;br /&gt;Abd'l-Muttalib menyerahkan asuhan Muhammad kemudian kepada Abu&lt;br /&gt;Talib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu    Talib   mencintai   kemenakannya   itu   sama   seperti&lt;br /&gt;Abd'l-Muttalib juga. Karena kecintaannya itu  ia  mendahulukan&lt;br /&gt;kemenakan daripada anak-anaknya sendiri. Budi pekerti Muhammad&lt;br /&gt;yang luhur, cerdas, suka berbakti dan baik hati,  itulah  yang&lt;br /&gt;lebih  menarik hati pamannya. Pernah pada suatu ketika ia akan&lt;br /&gt;pergi ke Syam membawa dagangan - ketika itu usia Muhammad baru&lt;br /&gt;duabelas  tahun  -  mengingat sulitnya perjalanan menyeberangi&lt;br /&gt;padang pasir, tak terpikirkan olehnya akan  membawa  Muhammad.&lt;br /&gt;Akan  tetapi  Muhammad  yang  dengan  ikhlas  menyatakan  akan&lt;br /&gt;menemani pamannya  itu,  itu  juga  yang  menghilangkan  sikap&lt;br /&gt;ragu-ragu dalam hati Abu Talib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak  itu  lalu  turut  serta  dalam rombongan kafilah, hingga&lt;br /&gt;sampai di Bushra di  sebelah  selatan  Syam.  Dalam  buku-buku&lt;br /&gt;riwayat  hidup  Muhammad  diceritakan,  bahwa dalam perjalanan&lt;br /&gt;inilah ia bertemu dengan rahib Bahira,  dan  bahwa  rahib  itu&lt;br /&gt;telah  melihat  tanda-tanda  kenabian  padanya  sesuai  dengan&lt;br /&gt;petunjuk cerita-cerita Kristen. Sebagian sumber  menceritakan,&lt;br /&gt;bahwa   rahib   itu  menasehatkan  keluarganya  supaya  jangan&lt;br /&gt;terlampau  dalam  memasuki  daerah  Syam,  sebab   dikuatirkan&lt;br /&gt;orang-orang   Yahudi  yang  mengetahui  tanda-tanda  itu  akan&lt;br /&gt;berbuat jahat terhadap dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan itulah sepasang mata Muhammad yang indah  itu&lt;br /&gt;melihat  luasnya  padang  pasir,  menatap bintang-bintang yang&lt;br /&gt;berkilauan  di  langit  yang  jernih   cemerlang.   Dilaluinya&lt;br /&gt;daerah-daerah    Madyan,    Wadit'l-Qura   serta   peninggalan&lt;br /&gt;bangunan-bangunan Thamud. Didengarnya dengan  telinganya  yang&lt;br /&gt;tajam  segala  cerita  orang-orang Arab dan penduduk pedalaman&lt;br /&gt;tentang bangunan-bangunan itu, tentang sejarahnya masa lampau.&lt;br /&gt;Dalam perjalanan ke daerah Syam ini ia berhenti di kebun-kebun&lt;br /&gt;yang lebat dengan buab-buahan  yang  sudah  masak,  yang  akan&lt;br /&gt;membuat  ia lupa akan kebun-kebun di Ta'if serta segala cerita&lt;br /&gt;orang tentang itu. Taman-taman yang dilihatnya dibandingkannya&lt;br /&gt;dengan  dataran pasir yang gersang dan gunung-gunung tandus di&lt;br /&gt;sekeliling Mekah itu. Di Syam  ini  juga  Muhammad  mengetahui&lt;br /&gt;berita-berita  tentang  Kerajaan  Rumawi dan agama Kristennya,&lt;br /&gt;didengarnya berita tentang Kitab  Suci  mereka  serta  oposisi&lt;br /&gt;Persia  dari  penyembah  api  terhadap mereka dan persiapannya&lt;br /&gt;menghadapi perang dengan Persia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekalipun  usianya  baru  dua  belas  tahun,  tapi  dia  sudah&lt;br /&gt;mempunyai  persiapan  kebesaran jiwa, kecerdasan dan ketajaman&lt;br /&gt;otak, sudah mempunyai tinjauan yang begitu dalam  dan  ingatan&lt;br /&gt;yang  cukup  kuat  serta  segala  sifat-sifat semacam itu yang&lt;br /&gt;diberikan alam kepadanya sebagai suatu persiapan akan menerima&lt;br /&gt;risalah  (misi)  maha besar yang sedang menantinya. Ia melihat&lt;br /&gt;ke sekeliling, dengan sikap menyelidiki,  meneliti.  Ia  tidak&lt;br /&gt;puas terhadap segala yang didengar dan dilihatnya. Ia bertanya&lt;br /&gt;kepada diri sendiri: Di manakah kebenaran dari semua itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya  Abu  Talib  tidak   banyak   membawa   harta   dari&lt;br /&gt;perjalanannya   itu.   Ia  tidak  lagi  mengadakan  perjalanan&lt;br /&gt;demikian.  Malah  sudah  merasa  cukup   dengan   yang   sudah&lt;br /&gt;diperolehnya  itu.  Ia  menetap di Mekah mengasuh anak-anaknya&lt;br /&gt;yang  banyak  sekalipun  dengan  harta  yang  tidak  seberapa.&lt;br /&gt;Muhammad  juga tinggal dengan pamannya, menerima apa yang ada.&lt;br /&gt;Ia melakukan pekerjaan yang biasa dikerjakan oleh mereka  yang&lt;br /&gt;seusia  dia.  Bila tiba bulan-bulan suci, kadang ia tinggal di&lt;br /&gt;Mekah  dengan  keluarga,  kadang  pergi  bersama   mereka   ke&lt;br /&gt;pekan-pekan   yang   berdekatan   dengan  'Ukaz,  Majanna  dan&lt;br /&gt;Dhu'l-Majaz,  mendengarkan  sajak-sajak  yang  dibawakan  oleh&lt;br /&gt;penyair-penyair  Mudhahhabat  dan  Mu'allaqat.3 Pendengarannya&lt;br /&gt;terpesona oleh sajak-sajak yang fasih  melukiskan  lagu  cinta&lt;br /&gt;dan  puisi-puisi  kebanggaan,  melukiskan nenek moyang mereka,&lt;br /&gt;peperangan  mereka,  kemurahan  hati  dan  jasa-jasa   mereka.&lt;br /&gt;Didengarnya  ahli-ahli  pidato di antaranya orang-orang Yahudi&lt;br /&gt;dan  Nasrani  yang  membenci  paganisma  Arab.  Mereka  bicara&lt;br /&gt;tentang  Kitab-kitab  Suci  Isa  dan Musa, dan mengajak kepada&lt;br /&gt;kebenaran  menurut  keyakinan  mereka.  Dinilainya  semua  itu&lt;br /&gt;dengan  hati  nuraninya,  dilihatnya  ini  lebih baik daripada&lt;br /&gt;paganisma yang telah  menghanyutkan  keluarganya  itu.  Tetapi&lt;br /&gt;tidak sepenuhnya ia merasa lega.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan  demikian sejak muda-belia takdir telah mengantarkannya&lt;br /&gt;ke jurusan yang akan membawanya ke suatu saat bersejarah, saat&lt;br /&gt;mula  pertama  datangnya wahyu, tatkala Tuhan memerintahkan ia&lt;br /&gt;menyampaikan  risalahNya  itu.  Yakni  risalah  kebenaran  dan&lt;br /&gt;petunjuk bagi seluruh umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau  Muhammad  sudah mengenal seluk-beluk jalan padang pasir&lt;br /&gt;dengan pamannya  Abu  Talib,  sudah  mendengar  para  penyair,&lt;br /&gt;ahli-ahli  pidato  membacakan  sajak-sajak  dan  pidato-pidato&lt;br /&gt;dengan  keluarganya  dulu  di  pekan  sekitar   Mekah   selama&lt;br /&gt;bulan-bulan  suci,  maka ia juga telah mengenal arti memanggul&lt;br /&gt;senjata, ketika ia  mendampingi  paman-pamannya  dalam  Perang&lt;br /&gt;Fijar.  Dan  Perang  Fijar  itulah  di  antaranya  yang  telah&lt;br /&gt;menimbulkan  dan  ada  sangkut-pautnya  dengan  peperangan  di&lt;br /&gt;kalangan  kabilah-kabilah Arab. Dinamakan al-fijar4 ini karena&lt;br /&gt;ia terjadi dalam bulan-bulan suci, pada waktu  kabilah-kabilah&lt;br /&gt;seharusnya   tidak   boleh   berperang.   Pada   waktu  itulah&lt;br /&gt;pekan-pekan dagang diadakan di  'Ukaz,  yang  terletak  antara&lt;br /&gt;Ta'if  dengan  Nakhla  dan  antara Majanna dengan Dhu'l-Majaz,&lt;br /&gt;tidak jauh dari 'Arafat. Mereka di sana saling  tukar  menukar&lt;br /&gt;perdagangan,  berlumba  dan  berdiskusi,  sesudah itu kemudian&lt;br /&gt;berziarah ke tempat berhala-berhala mereka  di  Ka'bah.  Pekan&lt;br /&gt;'Ukaz  adalah pekan yang paling terkenal di antara pekan-pekan&lt;br /&gt;Arab  lainnya.  Di  tempat   itu   penyair-penyair   terkemuka&lt;br /&gt;membacakan  sajak-sajaknya  yang  terbaik,  di tempat itu Quss&lt;br /&gt;(bin Sa'ida) berpidato dan  di  tempat  itu  pula  orang-orang&lt;br /&gt;Yahudi,  Nasrani dan penyembah-penyembah berhala masing-masing&lt;br /&gt;mengemukakan pandangan dengan bebas,  sebab  bulan  itu  bulan&lt;br /&gt;suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan  tetapi  Barradz  bin Qais dari kabilah Kinana tidak lagi&lt;br /&gt;menghormati  bulan  suci  itu  dengan   mengambil   kesempatan&lt;br /&gt;membunuh  'Urwa  ar-Rahhal  bin  'Utba  dari  kabilah Hawazin.&lt;br /&gt;Kejadian  ini  disebabkan  oleh  karena  Nu'man  bin'l-Mundhir&lt;br /&gt;setiap  tahun  mengirimkan  sebuah  kafilah dari Hira ke 'Ukaz&lt;br /&gt;membawa muskus,  dan  sebagai  gantinya  akan  kembali  dengan&lt;br /&gt;membawa  kulit  hewan, tali, kain tenun sulam Yaman. Tiba-tiba&lt;br /&gt;Barradz tampil  sendiri  dan  membawa  kafilah  itu  ke  bawah&lt;br /&gt;pengawasan  kabilah  Kinana.  Demikian  juga 'Urwa lalu tampil&lt;br /&gt;pula sendiri dengan melintasi jalan Najd menuju Hijaz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun pilihan  Nu'man  terhadap  'Urwa  (Hawazin)  ini  telah&lt;br /&gt;menimbulkan   kejengkelan   Barradz  (Kinana),  yang  kemudian&lt;br /&gt;mengikutinya dari belakang,  lalu  membunuhnya  dan  mengambil&lt;br /&gt;kabilah  itu.  Sesudah  itu  kemudian  Barradz  memberitahukan&lt;br /&gt;kepada Basyar bin Abi Hazim, bahwa pihak Hawazin akan menuntut&lt;br /&gt;balas  kepada  Quraisy.  Fihak Hawazin segera menyusul Quraisy&lt;br /&gt;sebelum masuknya bulan suci.  Maka  terjadilah  perang  antara&lt;br /&gt;mereka itu. Pihak Quraisy mundur dan menggabungkan diri dengan&lt;br /&gt;pihak yang menang di Mekah. Pihak Hawazin  memberi  peringatan&lt;br /&gt;bahwa tahun depan perang akan diadakan di 'Ukaz.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Perang  demikian  ini  berlangsung  antara  kedua  belah pihak&lt;br /&gt;selama empat tahun terus-menerus  dan  berakhir  dengan  suatu&lt;br /&gt;perdamaian   model  pedalaman,  yaitu  yang  menderita  korban&lt;br /&gt;manusia lebih  kecil  harus  membayar  ganti  sebanyak  jumlah&lt;br /&gt;kelebihan  korban  itu kepada pihak lain. Maka dengan demikian&lt;br /&gt;Quraisy telah  membayar  kompensasi  sebanyak  duapuluh  orang&lt;br /&gt;Hawazin.  Nama  Barradz  ini  kemudian menjadi peribahasa yang&lt;br /&gt;menggambarkan kemalangan. Sejarah tidak  memberikan  kepastian&lt;br /&gt;mengenai  umur  Muhammad  pada waktu Perang Fijar itu terjadi.&lt;br /&gt;Ada yang mengatakan umurnya limabelas  tahun,  ada  juga  yang&lt;br /&gt;mengatakan  duapuluh tahun. Mungkin sebab perbedaan ini karena&lt;br /&gt;perang tersebut berlangsung selama  empat  tahun.  Pada  tahun&lt;br /&gt;permulaan   ia   berumur   limabelas   tahun  dan  pada  tahun&lt;br /&gt;berakhirnya perang itu ia sudah memasuki umur duapuluh tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                    (bersambung ke bagian 3/3)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;---------------------------------------------&lt;br /&gt;S E J A R A H    H I D U P    M U H A M M A D&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;oleh MUHAMMAD HUSAIN HAEKAL&lt;br /&gt;diterjemahkan dari bahasa Arab oleh Ali Audah&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Penerbit PUSTAKA JAYA&lt;br /&gt;Jln. Kramat II, No. 31 A, Jakarta Pusat&lt;br /&gt;Cetakan Kelima, 1980&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Seri PUSTAKA ISLAM No.1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MUHAMMAD DARI KELAHIRAN                   (3/3) &lt;br /&gt;SAMPAI PERKAWINANNYA&lt;br /&gt;Muhammad Husain Haekal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga orang berselisih pendapat mengenai  tugas  yang  dipegang&lt;br /&gt;Muhammad  dalam  perang  itu.  Ada  yang  mengatakan  tugasnya&lt;br /&gt;mengumpulkan anak-anak panah yang datang  dari  pihak  Hawazin&lt;br /&gt;lalu di berikan kepada paman-pamannya untuk dibalikkan kembali&lt;br /&gt;kepada pihak lawan. Yang  lain  lagi  berpendapat,  bahwa  dia&lt;br /&gt;sendiri yang ikut melemparkan panah. Tetapi, selama peperangan&lt;br /&gt;tersebut telah berlangsung sampai empat tahun, maka  kebenaran&lt;br /&gt;kedua  pendapat  itu dapat saja diterima. Mungkin pada mulanya&lt;br /&gt;ia  mengumpulkan  anak-anak  panah  itu  untuk  pamannya   dan&lt;br /&gt;kemudian  dia  sendiripun  ikut  melemparkan.  Beberapa  tahun&lt;br /&gt;sesudah  kenabiannya  Rasulullah  menyebutkan  tentang  Perang&lt;br /&gt;Fijar  itu  dengan  berkata:  "Aku mengikutinya bersama dengan&lt;br /&gt;paman-pamanku, juga ikut melemparkan panah dalam  perang  itu;&lt;br /&gt;sebab aku tidak suka kalau tidak juga aku ikut melaksanakan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah  Perang  Fijar  Quraisy  merasakan sekali bencana yang&lt;br /&gt;menimpa mereka dan menimpa Mekah seluruhnya,  yang  disebabkan&lt;br /&gt;oleh perpecahan, sesudah Hasyim dan 'Abd'l-Muttalib wafat, dan&lt;br /&gt;masing-masing pihak berkeras mau  jadi  yang  berkuasa.  Kalau&lt;br /&gt;tadinya orang-orang Arab itu menjauhi, sekarang mereka berebut&lt;br /&gt;mau berkuasa. Atas anjuran Zubair bin 'Abd'l-Muttalib di rumah&lt;br /&gt;Abdullah  bin  Jud'an  diadakan  pertemuan  dengan  mengadakan&lt;br /&gt;jamuan makan, dihadiri oleh  keluarga-keluarga  Hasyim,  Zuhra&lt;br /&gt;dan  Taym.  Mereka  sepakat  dan berjanji atas nama Tuhan Maha&lt;br /&gt;Pembalas, bahwa Tuhan akan  berada  di  pihak  yang  teraniaya&lt;br /&gt;sampai  orang itu tertolong. Muhammad menghadiri pertemuan itu&lt;br /&gt;yang oleh mereka disebut Hilf'l-Fudzul.  Ia  mengatakan,  "Aku&lt;br /&gt;tidak  suka  mengganti fakta yang kuhadiri di rumah Ibn Jud'an&lt;br /&gt;itu dengan jenis unta yang baik.  Kalau  sekarang  aku  diajak&lt;br /&gt;pasti kukabulkan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti   kita  lihat,  Perang  Fijar  itu  berlangsung  hanya&lt;br /&gt;beberapa hari saja tiap tahun.  Sedang  selebihnya  masyarakat&lt;br /&gt;Arab  kembali  ke  pekerjaannya  masing-masing. Pahit-getirnya&lt;br /&gt;peperangan  yang  tergores  dalam  hati  mereka   tidak   akan&lt;br /&gt;menghalangi  mereka  dari  kegiatan  perdagangan,  menjalankan&lt;br /&gt;riba, minum minuman keras serta pelbagai macam kesenangan  dan&lt;br /&gt;hiburan sepuas-puasnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah  juga  Muhammad ikut serta dengan mereka dalam hal ini?&lt;br /&gt;Ataukah sebaliknya perasaannya yang halus,  kemampuannya  yang&lt;br /&gt;terbatas  serta asuhan pamannya membuatnya jadi menjauhi semua&lt;br /&gt;itu, dan melihat segala kemewahan dengan  mata  bernafsu  tapi&lt;br /&gt;tidak  mampu? Bahwasanya dia telah menjauhi semua itu, sejarah&lt;br /&gt;cukup menjadi saksi. Yang terang ia menjauhi itu bukan  karena&lt;br /&gt;tidak  mampu  mencapainya.  Mereka  yang  tinggal di pinggiran&lt;br /&gt;Mekah,  yang  tidak  mempunyai  mata  pencarian,  hidup  dalam&lt;br /&gt;kemiskinan dan kekurangan, ikut hanyut juga dalam hiburan itu.&lt;br /&gt;Bahkan di antaranya lebih gila lagi dari  pemuka-pemuka  Mekah&lt;br /&gt;dan  bangsawan-bangsawan  Quraisy  dalam menghanyutkan diri ke&lt;br /&gt;dalam kesenangan demikian itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi jiwa Muhammad  adalah  jiwa  yang  ingin  melihat,&lt;br /&gt;ingin  mendengar,  ingin  mengetahui.  Dan  seolah  tidak ikut&lt;br /&gt;sertanya ia belajar seperti yang dilakukan teman-temannya dari&lt;br /&gt;anak-anak  bangsawan  menyebabkan  ia  lebih  keras lagi ingin&lt;br /&gt;memiliki pengetahuan. Karena jiwanya yang besar, yang kemudian&lt;br /&gt;pengaruhnya tampak berkilauan menerangi dunia, jiwa besar yang&lt;br /&gt;selalu mendambakan kesempurnaan, itu jugalah yang  menyebabkan&lt;br /&gt;dia  menjauhi  foya-foya,  yang  biasa  menjadi  sasaran utama&lt;br /&gt;pemduduk Mekah. Ia mendambakan cahaya hidup  yang  akan  lahir&lt;br /&gt;dalam  segala  manifestasi kehidupan, dan yang akan dicapainya&lt;br /&gt;hanya dengan dasar kebenaran. Kenyataan  ini  dibuktikan  oleh&lt;br /&gt;julukan  yang  diberikan  orang  kepadanya dan bawaan yang ada&lt;br /&gt;dalam dirinya. Itu sebabnya, sejak masa ia kanak-kanak  gejala&lt;br /&gt;kesempurnaan,  kedewasaan  dan  kejujuran  hati  sudah tampak,&lt;br /&gt;sehingga penduduk Mekah semua  memanggilnya  Al-Amin  (artinya&lt;br /&gt;'yang dapat dipercaya').&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menyebabkan dia lebih banyak merenung dan berpikir, ialah&lt;br /&gt;pekerjaannya menggembalakan kambing sejak dalam  masa  mudanya&lt;br /&gt;itu.   Dia  menggembalakan  kambing  keluarganya  dan  kambing&lt;br /&gt;penduduk Mekah. Dengan rasa gembira ia  menyebutkan  saat-saat&lt;br /&gt;yang  dialaminya  pada  waktu menggembala itu. Di antaranya ia&lt;br /&gt;berkata: "Nabi-nabi yang diutus Allah  itu  gembala  kambing."&lt;br /&gt;Dan  katanya  lagi:  "Musa  diutus,  dia gembala kambing, Daud&lt;br /&gt;diutus, dia gembala kambing, aku diutus, juga gembala  kambing&lt;br /&gt;keluargaku di Ajyad."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gembala  kambing  yang  berhati  terang  itu, dalam udara yang&lt;br /&gt;bebas lepas di siang hari, dalam kemilau  bintang  bila  malam&lt;br /&gt;sudah  bertahta,  menemukan  suatu  tempat  yang  serasi untuk&lt;br /&gt;pemikiran dan permenungannya. Ia menerawang dalam suasana alam&lt;br /&gt;demikian  itu,  karena ia ingin melihat sesuatu di balik semua&lt;br /&gt;itu.  Dalam  pelbagai  manifestasi  alam  ia   mencari   suatu&lt;br /&gt;penafsiran  tentang penciptaan semesta ini. Ia melihat dirinya&lt;br /&gt;sendiri. Karena hatinya yang terang, jantungnya yang hidup, ia&lt;br /&gt;melihat dirinya tidak terpisah dari alam semesta itu. Bukankah&lt;br /&gt;juga ia menghirup udaranya, dan kalau tidak  demikian  berarti&lt;br /&gt;kematian?   Bukankah   ia   dihidupkan  oleh  sinar  matahari,&lt;br /&gt;bermandikan cahaya bulan dan kehadirannya  berhubungan  dengan&lt;br /&gt;bintang-bintang  dan  dengan seluruh alam? Bintang-bintang dan&lt;br /&gt;semesta alam yang tampak membentang di  depannya,  berhubungan&lt;br /&gt;satu  dengan  yang  lain  dalam susunan yang sudah ditentukan,&lt;br /&gt;matahari tiada seharusnya dapat mengejar bulan atau malam akan&lt;br /&gt;mendahului  siang.  Apabila kelompok kambing yang ada di depan&lt;br /&gt;Muhammad itu  memintakan  kesadaran  dan  perhatiannya  supaya&lt;br /&gt;jangan  ada  serigala  yang  akan  menerkam  domba itu, jangan&lt;br /&gt;sampai - selama tugasnya di pedalaman itu  -  ada  domba  yang&lt;br /&gt;sesat, maka kesadaran dan kekuatan apakah yang menjaga susunan&lt;br /&gt;alam yang begitu kuat ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran dan permenungan demikian membuat ia jauh dari segala&lt;br /&gt;pemikiran  nafsu  manusia duniawi. Ia berada lebih tinggi dari&lt;br /&gt;itu sehingga adanya hidup palsu yang sia-sia akan tampak jelas&lt;br /&gt;di   hadapannya.   Oleh   karena   itu,  dalam  perbuatan  dan&lt;br /&gt;tingkah-lakunya Muhammad terhindar dari segala  penodaan  nama&lt;br /&gt;yang sudah diberikan kepadanya oleh penduduk Mekah, dan memang&lt;br /&gt;begitu adanya: Al-Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua  ini  dibuktikan  oleh  keterangan  yang  diceritakannya&lt;br /&gt;kemudian,  bahwa  ketika  itu  ia  sedang  menggembala kambing&lt;br /&gt;dengan seorang kawannya.  Pada  suatu  hari  hatinya  berkata,&lt;br /&gt;bahwa  ia  ingin  bermain-main seperti pemuda-pemuda lain. Hal&lt;br /&gt;ini dikatakannya kepada kawannya pada suatu  senja,  bahwa  ia&lt;br /&gt;ingin  turun  ke  Mekah,  bermain-main  seperti para pemuda di&lt;br /&gt;gelap  malam,  dan  dimintanya  kawannya  menjagakan   kambing&lt;br /&gt;ternaknya itu. Tetapi sesampainya di ujung Mekah, perhatiannya&lt;br /&gt;tertarik pada suatu pesta perkawinan dan dia hadir  di  tempat&lt;br /&gt;itu.  Tetapi  tiba-tiba  ia  tertidur.  Pada  malam berikutnya&lt;br /&gt;datang lagi ia ke Mekah, dengan maksud  yang  sama.  Terdengar&lt;br /&gt;olehnya  irama  musik yang indah, seolah turun dari langit. Ia&lt;br /&gt;duduk mendengarkan. Lalu tertidur lagi sampai pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi apakah gerangan pengaruh segala daya  penarik  Mekah  itu&lt;br /&gt;terhadap  kalbu  dan  jiwa  yang begitu padat oleh pikiran dan&lt;br /&gt;renungan? Gerangan apa pula artinya segala daya  penarik  yang&lt;br /&gt;kita  gambarkan itu yang juga tidak disenangi oleh mereka yang&lt;br /&gt;martabatnya jauh di bawah Muhammad?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu ia terhindar dari cacat. Yang sangat  terasa  benar&lt;br /&gt;nikmatnya,  ialah  bila  ia sedang berpikir atau merenung. Dan&lt;br /&gt;kehidupan  berpikir  dan  merenung  serta  kesenangan  bekerja&lt;br /&gt;sekadarnya seperti menggembalakan kambing, bukanlah suatu cara&lt;br /&gt;hidup yang  membawa  kekayaan  berlimpah-limpah  baginya.  Dan&lt;br /&gt;memang  tidak  pernah  Muhammad  mempedulikan  hal  itu. Dalam&lt;br /&gt;hidupnya  ia  memang  menjauhkan  diri  dari  segala  pengaruh&lt;br /&gt;materi.  Apa  gunanya  ia  mcngejar  itu padahal sudah menjadi&lt;br /&gt;bawaannya ia tidak pernah tertarik? Yang  diperlukannya  dalam&lt;br /&gt;hidup ini asal dia masih dapat menyambung hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah  dia juga yang pernahh berkata: "Kami adalah golongan&lt;br /&gt;yang hanya makan bila merasa lapar, dan bila sudah makan tidak&lt;br /&gt;sampai  kenyang?"  Bukankah  dia juga yang sudah dikenal orang&lt;br /&gt;hidup  dalam  kekurangan  selalu  dan   minta   supaya   orang&lt;br /&gt;bergembira  menghadapi  penderitaan hidup? Cara orang mengejar&lt;br /&gt;harta dengan  serakah  hendak  memenuhi  hawa  nafsunya,  sama&lt;br /&gt;sekali   tidak   pernah   dikenal  Muhammad  selama  hidupnya.&lt;br /&gt;Kenikmatan jiwa yang  paling  besar,  ialah  merasakan  adanya&lt;br /&gt;keindahan  alam  ini  dan mengajak orang merenungkannya. Suatu&lt;br /&gt;kenikmatan besar,  yang  hanya  sedikit  saja  dikenal  orang.&lt;br /&gt;Kenikmatan  yang  dirasakan Muhammad sejak masa pertumbuhannya&lt;br /&gt;yang mula-mula  yang  telah  diperlihatkan  dunia  sejak  masa&lt;br /&gt;mudanya  adalah kenangan yang selalu hidup dalam jiwanya, yang&lt;br /&gt;mengajak orang  hidup  tidak  hanya  mementingkan  dunia.  Ini&lt;br /&gt;dimulai   sejak   kematian   ayahnya  ketika  ia  masih  dalam&lt;br /&gt;kandungan,  kemudian  kematian   ibunya,   kemudian   kematian&lt;br /&gt;kakeknya.  Kenikmatan  demikian  ini  tidak  memerlukan  harta&lt;br /&gt;kekayaan yang besar, tetapi  memerlukan  suatu  kekayaan  jiwa&lt;br /&gt;yang  kuat.  sehingga  orang  dapat  mengetahui:  bagaimana ia&lt;br /&gt;memelihara diri dan menyesuaikannya dengan kehidupan batin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andaikata pada waktu itu Muhammad dibiarkan saja begitu, tentu&lt;br /&gt;takkan tertarik ia kepada harta. Dengan keadaannya itu ia akan&lt;br /&gt;tetap bahagia, seperti halnya dengan gembala-gembala  pemikir,&lt;br /&gt;yang  telah  menggabungkan alam ke dalam diri mereka dan telah&lt;br /&gt;pula mereka berada dalam pelukan kalbu alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi Abu Talib pamannya - seperti sudah  kita  sebutkan&lt;br /&gt;tadi  -hidup  miskin dan banyak anak. Dari kemenakannya itu ia&lt;br /&gt;mengharapkan akan dapat memberikan tambahan rejeki  yang  akan&lt;br /&gt;diperoleh   dari   pemilik-pemilik   kambing  yang  kambingnya&lt;br /&gt;digembalakan. Suatu waktu ia mendengar berita, bahwa  Khadijah&lt;br /&gt;bint  Khuwailid mengupah orang-orang Quraisy untuk menjalankan&lt;br /&gt;perdagangannya. Khadijah adalah seorang wanita  pedagang  yang&lt;br /&gt;kaya  dan  dihormati, mengupah orang yang akan memperdagangkan&lt;br /&gt;hartanya itu. Berasal dari Keluarga (Banu) Asad, ia  bertambah&lt;br /&gt;kaya  setelah  dua  kali  ia  kawin  dengan  keluarga Makhzum,&lt;br /&gt;sehingga dia menjadi seorang penduduk Mekah yang  terkaya.  Ia&lt;br /&gt;menjalankan  dagangannya  itu dengan bantuan ayahnya Khuwailid&lt;br /&gt;dan beberapa orang  kepercayaannya.  Beberapa  pemuka  Quraisy&lt;br /&gt;pernah  melamarnya,  tetapi  ditolaknya.  Ia  yakin mereka itu&lt;br /&gt;melamar hanya karena  memandang  hartanya.  Sungguhpun  begitu&lt;br /&gt;usahanya itu terus dikembangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala Abu Talib mengetahui, bahwa Khadijah sedang menyiapkan&lt;br /&gt;perdagangan yang  akan  dibawa  dengan  kafilah  ke  Syam,  ia&lt;br /&gt;memanggil   kemenakannya  -  yang  ketika  itu  sudah  berumur&lt;br /&gt;duapuluh lima tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anakku," kata Abu Talib, "aku bukan orang  berpunya.  Keadaan&lt;br /&gt;makin   menekan  kita  juga.  Aku  mendengar,  bahwa  Khadijah&lt;br /&gt;mengupah orang dengan dua  ekor  anak  unta.  Tapi  aku  tidak&lt;br /&gt;setuju  kalau  akan  mendapat upah semacam itu juga. Setujukah&lt;br /&gt;kau kalau hal ini kubicarakan dengan dia?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terserah paman," jawab Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Talibpun pergi mengunjungi Khadijah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Khadijah, setujukah kau mengupah Muhammad?" tanya Abu  Talib.&lt;br /&gt;"Aku mendengar engkau mengupah orang dengan dua ekor anak unta&lt;br /&gt;Tapi buat Muhammad aku tidak setuju kurang dari empat ekor."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau  permintaanmu  itu  buat  orang  yang  jauh  dan  tidak&lt;br /&gt;kusukai,  akan  kukabulkan,  apalagi buat orang yang dekat dan&lt;br /&gt;kusukai." Demikian jawab Khadijah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembalilah sang paman kepada kemenakannya dengan  menceritakan&lt;br /&gt;peristiwa  itu.  "Ini  adalah  rejeki  yang  dilimpahkan Tuhan&lt;br /&gt;kepadamu," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendapat nasehat paman-pamannya Muhammad pergi  dengan&lt;br /&gt;Maisara,  budak  Khadijah. Dengan mengambil jalan padang pasir&lt;br /&gt;kafilah  itupun  berangkat   menuju   Syam,   dengan   melalui&lt;br /&gt;Wadi'l-Qura,  Madyan  dan Diar Thamud serta daerah-daerah yang&lt;br /&gt;dulu pernah dilalui Muhammad dengan pamannya Abu Talib tatkala&lt;br /&gt;umurnya baru duabelas tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan  sekali  ini telah menghidupkan kembali kenangannya&lt;br /&gt;tentag perjalanan yang pertama dulu itu. Hal ini menambah  dia&lt;br /&gt;lebih  banyak  bermenung, lebih banyak berpikir tentang segala&lt;br /&gt;yang pernah dilihat, yang pernah didengar sebelumnya:  tentang&lt;br /&gt;peribadatan   dan  kepercayaan-kepercayaan  di  Syam  atau  di&lt;br /&gt;pasar-pasar sekeliling Mekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sampai di Bushra ia bertemu dengan agama Nasrani Syam.&lt;br /&gt;Ia  bicara  dengan  rahib-rahib dan pendeta-pendeta agama itu,&lt;br /&gt;dan seorang rahib Nestoria juga mengajaknya bicara. Barangkali&lt;br /&gt;dia  atau  rahib-rahib  lain  pernah  juga  mengajak Muhammad&lt;br /&gt;berdebat  tentang  agama  Isa,  agama  yang  waktu  itu  sudah&lt;br /&gt;berpecah-belah  menjadi  beberapa  golongan  dan sekta-sekta -&lt;br /&gt;seperti sudah kita uraikan di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kejujuran  dan  kemampuannya  ternyata  Muhammad  mampu&lt;br /&gt;benar  memperdagangkan  barang-barang  Khadijah,  dengan  cara&lt;br /&gt;perdagangan yang  lebih  banyak  menguntungkan  daripada  yang&lt;br /&gt;dilakukan orang lain sebelumnya. Demikian juga dengan karakter&lt;br /&gt;yang  manis  dan  perasaannya  yang  luhur  ia  dapat  menarik&lt;br /&gt;kecintaan  dan  penghormatan  Maisara  kepadanya. Setelah tiba&lt;br /&gt;waktunya mereka akan kembali,  mereka  membeli  segala  barang&lt;br /&gt;dagangan dari Syam yang kira-kira akan disukai oleh Khadijah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam    perjalanan    kembali    kafilah   itu   singgah   di&lt;br /&gt;Marr'-z-Zahran.  Ketika  itu   Maisara   berkata:   "Muhammad,&lt;br /&gt;cepat-cepatlah    kau    menemui    Khadijah   dan   ceritakan&lt;br /&gt;pengalamanmu. Dia akan mengerti hal itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad berangkat dan tengah  hari  sudah  sampai  di  Mekah.&lt;br /&gt;Ketika   itu  Khadijah  sedang  berada  di  ruang  atas.  Bila&lt;br /&gt;dilihatnya Muhammad di atas unta dan  sudah  memasuki  halaman&lt;br /&gt;rumahnya.  ia  turun  dan  menyambutnya.  Didengarnya Muhammad&lt;br /&gt;bercerita   dengan   bahasa   yang   begitu   fasih    tentang&lt;br /&gt;perjalanannya  serta  laba  yang  diperolehnya,  demikian juga&lt;br /&gt;mengenai barang-barang Syam yang dibawanya.  Khadijah  gembira&lt;br /&gt;dan  tertarik  sekali  mendengarkan.  Sesudah  itu  Maisarapun&lt;br /&gt;datang pula yang lalu bercerita juga tentang Muhammad,  betapa&lt;br /&gt;halusnya  wataknya,  betapa tingginya budi-pekertinya. Hal ini&lt;br /&gt;menambah  pengetahuan   Khadijah   di   samping   yang   sudah&lt;br /&gt;diketahuinya sebagai pemuda Mekah yang besar jasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  waktu  singkat  saja  kegembiraan  Khadijah  ini  telah&lt;br /&gt;berubah menjadi rasa cinta, sehingga dia - yang sudah  berusia&lt;br /&gt;empatpuluh  tahun,  dan yang sebelum itu telah menolak lamaran&lt;br /&gt;pemuka-pemuka dan pembesar-pembesar Quraisy  -  tertarik  juga&lt;br /&gt;hatinya  mengawini  pemuda  ini, yang tutur kata dan pandangan&lt;br /&gt;matanya telah menembusi kalbunya. Pernah ia  membicarakan  hal&lt;br /&gt;itu  kepada  saudaranya  yang  perempuan - kata sebuah sumber,&lt;br /&gt;atau dengan sahabatnya, Nufaisa  bint  Mun-ya  -  kata  sumber&lt;br /&gt;lain. Nufaisa pergi menjajagi Muhammad seraya berkata: "Kenapa&lt;br /&gt;kau tidak mau kawin?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku tidak punya apa-apa sebagai persiapan perkawinan,"  jawab&lt;br /&gt;Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau itu disediakan dan yang melamarmu itu cantik, berharta,&lt;br /&gt;terhormat dan memenuhi syarat, tidakkah akan kauterima?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nufaisa menjawab hanya dengan sepatah kata: "Khadijah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan cara bagaimana?" tanya Muhammad. Sebenarnya ia sendiri&lt;br /&gt;berkenan  kepada  Khadijah  sekalipun hati kecilnya belum lagi&lt;br /&gt;memikirkan soal perkawinan, mengingat Khadijah  sudah  menolak&lt;br /&gt;permintaan hartawan-hartawan dan bangsawan-bangsawan Quraisy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah  atas pertanyaan itu Nufaisa mengatakan: "Serahkan hal&lt;br /&gt;itu kepadaku," maka iapun menyatakan persetujuannya. Tak  lama&lt;br /&gt;kemudian Khadijah menentukan waktunya yang kelak akan dihadiri&lt;br /&gt;oleh paman-paman Muhammad supaya dapat bertemu dengan keluarga&lt;br /&gt;Khadijah guna menentukan hari perkawinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian perkawinan itu berlangsung dengan diwakili oleh paman&lt;br /&gt;Khadijah,  Umar  bin  Asad,  sebab  Khuwailid  ayahnya   sudah&lt;br /&gt;meninggal  sebelum  Perang  Fijar.  Hal  ini dengan sendirinya&lt;br /&gt;telah membantah apa yang biasa dikatakan,  bahwa  ayahnya  ada&lt;br /&gt;tapi  tidak menyetujui perkawinan itu dan bahwa Khadijah telah&lt;br /&gt;memberikan minuman keras sehingga ia mabuk dan  dengan  begitu&lt;br /&gt;perkawinannya dengan Muhammad kemudian dilangsungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di  sinilah dimulainya lembaran baru dalam kehidupan Muhammad.&lt;br /&gt;Dimulainya kehidupan itu sebagai  suami-isteri  dan  ibu-bapa,&lt;br /&gt;suami-isten  yang  harmonis  dan sedap dari kedua belah pihak,&lt;br /&gt;dan sebagai ibu-bapa yang telah merasakan pedihnya  kehilangan&lt;br /&gt;anak sebagaimana pernah dialami Muhammad yang telah kehilangan&lt;br /&gt;ibu-bapa semasa ia masih kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan kaki:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 1 Muhammad atau Mahmud artinya yang terpuji (A).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt; 2 Abwa' ialah sebuah desa antara Medinah dengan Juhfa,&lt;br /&gt;   jaraknya 23 mil (37 km) dari Medinah.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt; 3 Al-Mu'allaqat nama yang diberikan kepada tujuh buah kumpulan&lt;br /&gt;   puisi Arab pra Islam yang dianggap terbaik, oleh tujuh&lt;br /&gt;   penyair: Imr'l-Qais, Tarafa, Zuhair, Labid, 'Antara, 'Amr ibn&lt;br /&gt;   Kulthum dan Harith ibn Hilizza. Mu'allaqat berarti 'yang&lt;br /&gt;   digantungkan' yakni sajak-sajak yang ditulis dengan tinta emas&lt;br /&gt;   (almudhahhab) di atas kain lina (A).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt; 4 Pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku (A).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/409098537520795775-6431883091836904201?l=trifikri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://trifikri.blogspot.com/feeds/6431883091836904201/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://trifikri.blogspot.com/2010/01/muhammad-dari-kelahiran-13-sampai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/409098537520795775/posts/default/6431883091836904201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/409098537520795775/posts/default/6431883091836904201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://trifikri.blogspot.com/2010/01/muhammad-dari-kelahiran-13-sampai.html' title='MUHAMMAD DARI KELAHIRAN SAMPAI PERKAWINANNYA'/><author><name>trifikri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09230483845525704026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_52arrasQkcM/SfZ-A0UG0BI/AAAAAAAAADQ/xr9H3r10PrI/S220/DSC00473.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-409098537520795775.post-4860954397705864635</id><published>2010-01-29T10:34:00.000+07:00</published><updated>2010-01-29T10:37:15.921+07:00</updated><title type='text'>Suamiku Super Ganteng</title><content type='html'>Suamiku Super Ganteng…&lt;br /&gt;Kategori Keluarga, Nikah by JO admin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Budi –sebut saja begitu- tersenyum. Sejenak ia memandang wajah istrinya. Agak heran, “Ada apa, ya, dengan istriku, kok pakai memuji segala?” Begitulah salah satu reaksi suami ketika pertama kali menjumpai sang istri memuji dirinya. Hampir semua suami pasti senang mendengarnya,tak jarang malah melambung tinggi ke udara, apalagi yang memuji tersebut adalah orang yang paling dicintai. Memuji suami adalah sesuatu yang dianjurkan bagi para istri.Ini termasuk perkara yang terpuji dalam rangka menyenangkan hati suami. Bila ikhlas dilakukan demi sang suami tercinta, insya Alloohu Ta’ala berpahala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Adam pun Sama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urusan puji memuji bukan hanya spesial buat kaum wanita. Pria pun ingin dan butuh suatu pujian. Kalau para suami itu mau jujur, sebenarnya perasaan mereka tidak jauh beda dengan para istri, dalam hal keinginan untuk dipuji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pujian, bagi kita menandakan suatu penghargaan terhadap kelebihan atau usaha jerih payah kita. Sudah jadi kodratnya, manusia itu suka dihargai dan berharap sekali setiap orang menghargai terlebih istri tercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi suami ketika dipuji pun tak beda jauh dengan para istri. Tersenyum, tertawa, malu-malu, atau yang lainnya sebagaimana umum terjadi pada wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang boleh dan dilarang&lt;br /&gt;Pada asalnya hukum memuji boleh-boleh saja. Kapan pun dan buat siapa pun. Namun, ada pengecualian dan itu termasuk pujian yang dilarang, yaitu jika pujian kita tersebut berlebihan, atau ada tujuan tertentu yang bertentangan dengan syariat agama, seperti menjilat atasan, dan lain sebagaimanya. Termasuk juga dalam larangan yaitu pujian yang membuat sombong, sum’ah dan ujub.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Larangan memuji demikian itu diisyaratkan oleh Rasulullaah shalallahu’alaihi wassallaam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Janganlah kalian mengagungkanku seperti yang diperbuat orang Nasrani terhadap Isa bin Maryam, karena sebenarnya aku tidak lebih dari hamba Allah. Sebut saja aku ini hamba Allah dan rasul-Nya (Riwayat Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hadits di atas dapat diambil pelajaran bahwa pujian itu harus sesuai dengan kenyataan, tidak boleh berlebih-lebihan (sampai keluar dari yang sebenarnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat tepat memuji suami&lt;br /&gt;Agar manjur pujian Anda (para istri), hendaknya Anda tahu kapan saat yang tepat memuji sang suami. Karena saat yang tepat itulah akan tercapai tujuan, yaitu membuat suami ternyum, malu-malu, bahagia dan semakin cinta pada Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana caranya? Tips berikut insyaAllah bisa Anda pratikkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Puji suami saat berhasil dalam tugasnya, caranya:&lt;br /&gt;          * Seusai suami menceritakan keberhasilannya dalam tugas (apa pun), peluklah dirinya dan bisikkan kata-kata mesra, seperti I love you, mas hebat deh, aku bangga dengan mas dan lain sebagainya&lt;br /&gt;          * Cium suami sebagai tanda terima kasih atas pengorbanan dia demi membahagiakan keluarga&lt;br /&gt;          * Butkan masakan spesial sebagai hadiah buat dirinya. Katakan kalau ini hadiah istimewa dari Anda, insya Allah suami akan tambah sayang&lt;br /&gt;   2. Puji suami sehabis ia mandi, caranya:&lt;br /&gt;          * Sehabis mandi, saat ia sedang berhias memperganteng diri pujilah ia, “Aduh, suamiku kok ganteng banget yah!”. Yakinlah ia akan tersenyum atau malu-malu.&lt;br /&gt;          * Cemburui dia saat tampil rapi, tunjukkan bahwa Anda takut kalau-kalau penampilannya tersebut membuat wanita lain meliriknya. Tunjukkan pula kalau Anda takut kehilangan dia.&lt;br /&gt;   3. Puji suami saat bangun tidur, caranya:&lt;br /&gt;          * Baik bangun tidur untuk shalat malam maupun bangun tidur biasa, pujilah dirinya. Sambil tersenyum katakan, “Mas, matanya sipit tambah cakep, deh!” kemudian cium tangannya.&lt;br /&gt;          * Tanyakan padanya minta dibuatkan masakan apa untuk sarapan atau makan siang. Ingatkan suami untuk segera mandi, sholat atau segera menyelesaikan pekerjaannya. Ini akan membuat suami merasa benar-benar diperhatikan.&lt;br /&gt;   4. Puji suami setelah membantu Anda, caranya:&lt;br /&gt;          * Saat membantu, sediakan baginya minuman hangat atau sekedar camilan.&lt;br /&gt;          * Cium tangannya, dan katakan, “Mas adalah suami yang hebat, sayang banget sama istri, ya?”. Sebagai penghargaan kepadanya karena sudah membantu pekerjaan Anda.&lt;br /&gt;          * Tawari untuk memijat dirinya jika ia kelelahan.&lt;br /&gt;          * Katakan padanya kalau nanti dirinya mengerjakan sesuatu dan butuh bantuansuruh bilang saja, Anda akan siap membantunya.&lt;br /&gt;   5. Puji suami sehabis jima’, caranya:&lt;br /&gt;          * Pandangi wajah suami, ucapkan terima kasih padanya karena telah memberi yang terbaik buat Anda.&lt;br /&gt;          * Segera mengambil minuman untuk suami, dan kalau bisa diminum bersama sebagai tanda sayang dan untuk menambah kemesraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah sekelumit contoh sederhana dalam membahagiakan suami Anda wahai para Istri…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat Anda, para Suami&lt;br /&gt;Bila suami sering dipuji sang istri, itu artinya istri semakin sayang kepada Anda. Istri senang, bahagia dan bangga dengan apa yang Anda lakukan kepadanya dan berharap untuk senantiasa seperti itu, kalau bisa selamanya. Pujian istri juga bermakna bahwa Anda telah menyenangkan dirinya, membuatnya bahagia. Satu kisah dari Ibnu Abbas radhiallahu anhu seorang sahabat Nabi shalallahu’alaihi wassallaam, bisa menjadi pelajaran bagi Anda akan pentingnya menyenangkan hati istri, sebagaimana Anda juga berharap demikian. Ibnu Abbas radhiallahu anhu berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Aku berdandan diri untuk kepentingan istriku sebagaimana ia berdandan untuk kepentinganku. Aku tidak mau hanya menikmati hakku dari dirinya tetapi aku pun ingin ia memperoleh haknya dariku. Karena Allah subhannahu ta’ala telah menyatakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        “…dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf..” (Al-baqarah: 228)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, satu hal yang lumrah bila Anda harus berbuat yang terbaik buat sang istri tercinta. Namun perlu jadi catatan, apa pun pujian istri terhadap Anda tidak kemudian menjadikan Anda sombong atau ujub. Pula, jangan sampai setiap apa yang Anda lakukan buat istri bertujuan agar dipuji olehnya. Klau niatnya sudah begitu jelas hal tersebut keliru. Biarlah pujian itu keluar secara alamiah, bukan sesuatu yang menjadi niat Anda. Niat Anda tetap satu yaitu ingin menyenangkan hati istri, menyayangi dirinya, dan menjalankan perintah agama.karena yang demikian itu yang berpahala, selain itu berdosa. Wallaahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, kenapa harus berat atau malu untuk memuji sang kekasih hati? (Abu Zalfa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rujukan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Bimbingan Islam untuk Pribadi dan Masyarakat oleh Syaikh Muhammad bin Zainu.&lt;br /&gt;   2. 40 Tanggung Jawab Suami Terhadap Istri oleh Drs. M. Thalib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis kembali dengan sedikit revisi oleh Ummu Tsaqiif dari majalah Nikah vol.2 No.10 2004.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/409098537520795775-4860954397705864635?l=trifikri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://trifikri.blogspot.com/feeds/4860954397705864635/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://trifikri.blogspot.com/2010/01/suamiku-super-ganteng.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/409098537520795775/posts/default/4860954397705864635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/409098537520795775/posts/default/4860954397705864635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://trifikri.blogspot.com/2010/01/suamiku-super-ganteng.html' title='Suamiku Super Ganteng'/><author><name>trifikri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09230483845525704026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_52arrasQkcM/SfZ-A0UG0BI/AAAAAAAAADQ/xr9H3r10PrI/S220/DSC00473.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-409098537520795775.post-8316970174842663966</id><published>2010-01-29T10:28:00.000+07:00</published><updated>2010-01-29T10:34:41.035+07:00</updated><title type='text'>Rumah Tangga Sebuah Amanah</title><content type='html'>Oleh Ust. Abu Ahmad bin Syamsyuddin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah Tangga Sebuah Amanah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban paling utama, tanggung jawab paling besar, dan amanah paling berat adalah pendidikan terhadap keluarga dan bimbingan untuk rumah tangga, berawal dari diri sendiri kemudian istri, anak-anak , dan kerabatnya. Inilah yang dimaksud firman Alloh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ قُوٓاْ أَنفُسَكُمۡ وَأَهۡلِيكُمۡ نَارً۬ا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلۡحِجَارَةُ عَلَيۡہَا مَلَـٰٓٮِٕكَةٌ غِلَاظٌ۬ شِدَادٌ۬ لَّا يَعۡصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمۡ وَيَفۡعَلُونَ مَا يُؤۡمَرُونَ (﻿٦﻿)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api naar yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa ang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS. 66:6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan keluarga bukan sekedar kegiatan sambilan, pemikiran sedeharna, atau upaya ala kadarnya. Namun pendidikan keluarga merupakan kebutuhan asasi dan masalah yang sangat urgen serta memiliki konsekuensi jauh ke depan dalam menentukan masa depan rumah tangga. Seorang muslim harus bertanggung jawab atas segala kekurangan dan kesesatan yang terjadi di tengah keluarganya. Dari Ibnu Umar Rodhiyalloohu ‘Anhuma berkata: aku mendengar Rosulullooh Shololloohu ‘alaihi wassallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu sekalian adalah pemimpin, dan akan diminta tanggung jawab atas kepimpinannya, seorang imam adalah pemimpin, dan akan diminta tanggung jawab atas kepemimpinannya dan seorang laki-laki adalah pemimpin dan akan diminta tanggung jawab atas atas kepemimpinannya, dan wanita adalah penanggung jawab terhadap rumah suaminya dan akan diminta tanggung jawabnya, serta pembantu penanggung jawab atas harta benda majikannya dan akan diminta tanggung jawabnya”. (Shohih, diriwayatkan oleh Bukhori dalam Shohih-nya: 893, 2409, 2554, 2558, 2571, 5188, dan 7138. Muslim dalam Shohih-nya: 4701, dan Tirmidzi dalam Sunan-nya: 1705)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga yang baik merupakan nikmat yang paling agung dan karunia yang palingberharga dan tidak ada yang mampu menghargai dan mengenali nilainya kecuali orang yang telah memiliki keluarga hancur dan rumah tangga berantakan sehingga kehidupan laksana terkurung oleh hawa neraka, dan hari-harinya hampir diwarnai perih dan pilu karena keluarga berantakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekal Membina Rumah Tangga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah bahwa berbagai macam problem kehidupan dalam rumah tangga sering timbul akibat kebodohan terutama terhadap ilmu agama. Dan sebagai obatnya adalah belajar, sebagaimana sabda Nabi Shololloohu ‘alaihi wassallam kepada para sahabat Rodhiyalloohu ‘Anhuma:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mengapa mereka tidak bertanya jika tidah tahu? Sesungguhnya obat kebodohan adalah bertanya”. (Hasan, diriwayatkan Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya: 337 dan Ibnu Majah dalam Sunan-nya:572. Dan dihasankan syaikh al-Albani dalam Shohih Sunan Abu Dawud: 337)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedunguan hati dari ilmu dan kebisuan lisan dari berbicara dinyatakan sebagai penyakit. Dan obatnya adalah bertanya kepada ulama, sehingga meraih ilmu yang bermanfaat, sebab ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang terpancar dari lentera Al-Qur’an dan as-Sunnah sesuai dengan pemahaman  para sahabat dan tabi’in , termasuk perkara yang terkait dengan ma’rifat kepada Alloh, hukum halal-haram, zuhud, kebersihan hati dan akhlaq mulia, serta mengatur kehidupan rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu yang bermanfaat berfungsi sebagai pemusnah secara tuntas dua penyakit rohani yang paling berbahaya dan menjadi biang penyakit hati yaitu syubhat dan syahwat. Maka sebagai seorang pendidik, sebelum membina keluarganya, harus membekali dirinya dengan ilmu agama yang cukup. Sehingga dengan bekal ilmu agama yang bermanfaat, semua urusan rumah tangga menjadi mudah dan berdakwah di tengah keluarga menjadi lancar. Apalagi bila ilmu telah meresap ke dalam hati maka akan melenyapkan penyakit syubhat dan syahwat, mencabut kedua penyakit itu sampai ke akar-akarnya. Ibaratnya orang yang sedang minum obat, segala macam kuman akan hancur dan musnah, sementara obat yang paling manjur adalah obat yang cepat meresap ke dalam tubuh dan tidak membuat kuman kebal, tetapi untuk memusnahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhlaq Seorang Pendidik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pembina rumah tangga harus berilmu, berperangai lemah lembut, bersabar dalam mendidik, sehingga akan memberikan kesan yang baik pada keluarga, seperti firman Alloh Subhannahu Ta’ala:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَبِمَا رَحۡمَةٍ۬ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمۡ‌ۖ وَلَوۡ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلۡقَلۡبِ لَٱنفَضُّواْ مِنۡ حَوۡلِكَ‌ۖ فَٱعۡفُ عَنۡہُمۡ وَٱسۡتَغۡفِرۡ لَهُمۡ وَشَاوِرۡهُمۡ فِى ٱلۡأَمۡرِ‌ۖ فَإِذَا عَزَمۡتَ فَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلۡمُتَوَكِّلِينَ (﻿١٥٩﻿)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. (QS. Ali Imran [3]: 159)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikhul islam Ibnu taimiyah Rohimahulloh berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hendaknya tidak menyeru kebaikan dan melarang kemungkaran kecuali setelah memiliki tiga bekal: berilmu sebelum menyeru kebaikan dan melarang kemungkaran, berperangai lemah lembut ketika menyeru kebaikan dan melarang kemungkaran, serta bersabar setelah menyeru kebaikan dan melarang kemungkaran.” (al-Amr bil Ma’ruf wan Nahyu ‘anil Munkar, Ibnu Taimiyah, hal. 57)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya seorang pendidik paling terdepan dalam memberi contoh karena sangat berat ancaman orang yang tidak konsekuen terhadap ajakannya, sebagaimana sabda Nabi Shololloohu ‘alaihi wassallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nanti pada hari kiamat ada seseorang didatangkan lalu dilemparkan ke dalam neraka, maka ususnya keluar. Lalu ia berputar-putar di sekitar penggilingan. Kemudian penghuni neraka mengerumuninya dan bertanya, ‘Hai Fulan, ada apa denganmu? Bukankah kamu yang menyeru kepada kebaikan dan melarang dari kemungkaran?’ Ia menjawab, ‘Ya, aku telah menyeru kepada kebaikan tetapi aku sendiri tidak mengerjakannya dan aku melarang orang dari kemungkaran tetapi aku sendiri mengerjakannya.” (Shohih, diriwayatkan Imam Bukhori dalam Shohih-nya: 3267, 7098. Dan Imam Muslim dalam shohih-nya: 7408)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits shohih di atas memberi petunjuk bahwa orang yang mengetahui kebaikan dan kemungakaran lalu melanggarnya lebih berat siksaannya daripada orang yang tidak mengetahuinya karena ia seperti orang yang menghina larangan Alloh dan meremehkan syari’at-Nya, sehingga ia termasuk ahli ilmu yang tidak bermanfaat ilmunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai saudaraku, para suami…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai sang suami, sungguh engkaulah pemegang kendali rumah tangga, ikatan pernikahan dan perjanjian yang berat, karena Alloh berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;….. وَّاَخَذۡنَ مِنۡكُمۡ مِّيۡثَاقًا غَلِيۡظًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mereka (isteri-isterimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat. (QS. 4:21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda telah memikul tanggung jawab, memegang amanat dan beban rumah tangga. Hubungan penikahan merupakan kemuliaan bagi laki-laki dan perempuan, maka secara fitroh dan naluri masing-masing memiliki tugas hidup agar kehidupan rumah tangga berjalan normal dan lurus seperti firman Alloh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ٱلرِّجَالُ قَوَّٲمُونَ عَلَى ٱلنِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بَعۡضَهُمۡ عَلَىٰ بَعۡضٍ۬ وَبِمَآ أَنفَقُواْ مِنۡ أَمۡوَٲلِهِمۡ‌ۚ فَٱلصَّـٰلِحَـٰتُ قَـٰنِتَـٰتٌ حَـٰفِظَـٰتٌ۬ لِّلۡغَيۡبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُ‌ۚ وَٱلَّـٰتِى تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَٱهۡجُرُوهُنَّ فِى ٱلۡمَضَاجِعِ وَٱضۡرِبُوهُنَّ‌ۖ فَإِنۡ أَطَعۡنَڪُمۡ فَلَا تَبۡغُواْ عَلَيۡہِنَّ سَبِيلاً‌ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيًّ۬ا ڪَبِيرً۬ا (﻿٣٤﻿)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka [laki-laki] atas sebahagian yang lain [wanita], dan karena mereka [laki-laki] telah menafkahkan sebagian dari harta  mereka. (QS. An-Nisa’ [4]: 34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upayakanlah kendali rumah tangga, terutama isterimu, tetap berada di tanganmu. Jangan bersikap lemah dan tidak berwibawa serta tidak berdaya di hadapan tuntutan dan tekanan isterimu, akhirnya ia menghinamu, memperbudakmu, dan merendahkanmu sehingga kehidupan rumah tanggamu berantakan bagaikan neraka. Begitu pula, jangan engkau menghinanya dan menzholiminya, serta menganggapnya seperti barang tak berguna, sebab sikap semena-mena terhadap orang yang lemah seperti isterimu menunjukkan kerdilnya sebuah kepribadian. Terimalah kebaikan yang telah diberikan kepadamu dengan senang hati dan bersabarlah atas berbagai kekurangannya, serta jangan mengangan-angankan kesempurnaan darinya karena dia diciptakan oleh Alloh dari tulang rusuk yang bengkok sebagaimana sabda Rosululloh Shololloohu ‘alaihi wassallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;((إِنَّ الْمَرْأَةََ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ, لَنْ تَسْتَقِيْمَ لَكَ عَلَى طَرِيْقَةٍ, فَإِنِ اسْتَمْتَعْتَ بِهَا اِسْتَمْتَعْتَ بِهَا وَفِيْهَا عِوَجٌ, وَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيْمُهَا كَسَرْتَهَا وَكَسْرُهَا طَلاَقُهَا))&lt;br /&gt;“Sesungguhnya wanita diciptakan dari tulang rusuk, ia tidak bisa lurus bersamamu di atas satu jalan. Jika kamu menikmatinya maka kamu menikmatinya dalam kondisi bengkok, namun bila anda ingin  meluruskannya, maka boleh jadi patah dan patahnya adalah talak.” (Shohih, diriwayatkan Imam Muslim dalam Shohih-nya: 3631)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai saudaraku, para isteri…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kesalahan yang dilakukan seorang isteri, perasaan mengikuti hawa nafsu, sikap terlalu cemburu, atau was-was hanya merupakan bisikan setan dan bersumber dari lemahnya iman kepada Alloh, sehingga rumah tangga berubah meikan bagnjadi berantakan laksana neraka dan rumah tangga menjadi porak-poranda bagaikan bangunan disambar halilintar; akibatnya, semua pihak menyesali pernikahan tersebut. Atau boleh jadi karena kesalahan isteri menjadi penyebab talak (perceraian), kemudian jiwa menjadi goncang dan ditimpa kegelisahan yang sangat berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa indahnya bila anda meluruskan hati, ahlak, dan tabiat ketika bergaul dengan suami dan kerabat suami anda. Betapa eloknya bila anda selalu menggunakan akal sehat dan kesabaran dalam setiap menghadapi urusan rumah tangga. Betapa mulianya ketika seorang isteri mampu menjadi pendamping setia bagi suami, dan betapa agung kedudukannya di hati sang suami bahkan ia mampu memikat perasaan suami ketika sang isteri berkata: “Aku mendengar dan mentaati”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga saudariku muslimah mendapa taufiq dan hidayah dengan etika Islam, mau menyempurnakan akal pikiran dengan ilmu dan ma’rifah, dan menyembuhkan hatinya dengan keimanan kepada Alloh, sehingga kehidupan penuh dengan suasana bahagia dan hidup bersama sang suami penuh dengan ketenangan dan ketentraman serta kegembiraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai para isteri, tunaikanlah kewajibanmu terhadap suamimu, niscaya engkau akan mendapat kasih sayang dan cintanya!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban Seorang Suami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban sebagai seorang suami banyak sekali namun yang terpenting antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Kewajiban materi meliputi pemberian nafkah, kebutuhan pakaian, dan kebutuhan pendidikan keluarga serta kebutuhan tempat tinggal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Tidak boleh memberatkan isteri dengan mengajukan berbagai tuntutan kebutuhan di luar kemampuannya, dan tidak boleh membuat suasana kacau karena permasalahan sepele, sebagaimana yang telah diwasiatkan Rosululloh Shololloohu ‘alaihi wassallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ingatlah dan berwasiatlah kepada wanita dengan kebaikan, karena mereka berada disisimu bagaikan pelayan, dan kalian tidak bisa memiliki lebih dari itu kecuali mereka telah melakukan perbuatan keji yang jelas.”(Shohih, diriwayatkan Tirmidzi dalam Sunan-nya: 1163 dan Ibnu Majah dalam Sunan-nya: 1851)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Kewajiban non materi seorang suami meliputi menggembirakan isteri dan bersikap lemah lembut dalam bertutur kata. Sang suami harus bermusyawarah dan mengambil pendapat sang isteri dalam rangka menunaikan kebaikan. Begitu juga, sang suami harus berterima kasih atas jerih payah isterinya, dan tidak boleh mendiamkan di atas tiga hari karena urusan keduniaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.  Hendaknya seorang suami memberi kesempatan bagi isterinya untuk beramal sholih, bersedekah dengan hartanya, memberi hadiah, menyambut tamu dari keluarga dan kerabatnya, serta setiap orang yang mempunyai hak atasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.  Hendaknya mengambil waktu yang cukup untuk tinggal di rumah dan berusaha semaksimal mungkin menghindari keluar rumah tanpa tujuan dan sering berpergian, sering keluar rumah untuk bergadang tanpa manfaat, karena yang demikian itu bisa membawa kehancuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.  Hendaknya sang suami tidak melarang isterinya berkunjung kepada keluarga dan kerabatnya, asal tidak berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.  Wanita dalah mahluk yang lemah, maka wajib bagi laki-laki memberi perhatian cukup, melarangnya keluar ke pasar dan lainnya seorang diri, dan harus menjauhkannya dari tempat yang ikhtilath (bercampur) dan kholwah (berduaan/menyepi) dengan laki-laki lain. Begitu juga seorang suami harus menjauhkan sasuatu yang merusak aqidah dan akhlaq keluarganya, dan menyingkirkan segala sarana maksiat yang menghancurkan kehormatan, seperti alat musik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.  Seorang suami harus mengajarkan kepada isterinya ilmu agama dan mendidiknya di atas kebaikan, serta menyiapkan segala kebutuhannya dalam rangka meraih ilmu dan istiqomah dalam beragama sesuai dengan ajaran Alloh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban Seorang Isteri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara Kewajiban sebagai Seorang Isteri yang paling utama dan prinsip, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mentaati dan mematuhi perintah suami selagi tidak menganjurkan maksiat kepada Alloh, karena tidak ada ketaatan kepada mahluk bila menganjurkan kepada maksiat dan pelanggaran kepada Alloh, seperti sabda Rosululloh Shololloohu ‘alaihi wassallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak ada ketaatan bagi orang yang bermaksiat kepada Allah Subahanahu wa Ta’ala”. (Shahih. Diriwayatkan Muslim dalam Shahih-nya: 4840, at-Tirmidzi dalam Sunan-nya: 1707 dan Ibnu Majah dalam Sunan-nya: 2865 dengan lafazh Ibnu Majah serta dishahihkan Syaikh al-Albani.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Dalam bidang materi, seorang isteri harus memberikan pelayanan fisik, baik yang berkaitan dengan kebutuhan pribadi suami atau rumah tangganya, sehingga ibadah nafilah (sunnah) menjadi gugur demi menunaikan tugas tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairoh sesungguhnya Rosululloh Shololloohu ‘alaihi wassallam: bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak boleh bagi seorang isteri berpuasa (sunnat) sementara suami ada di rumah kecuali atas izinnya (suami), tidak boleh ia mengizinkan orang lain masuk rumahnya kecuali atas izinnya (suami), dan setiap harta suami yang diinfaqkan sang isteri tanpa seizinnya, maka sang suami mendapatkan pahala separuh baginya.” (Shohih, diriwayatkan Imam Bukhari dalam Shahih-nya: 2066 dan 5360, Imam Muslim dalam Shahih-nya: 2367 dan Abu Dawud dalam Sunan-nya: 1687, 2458).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Dalam bidang rohani, seorang isteri harus menjaga perasaan suami dan menciptakan suasana tenang dan kondusif dalam rumah tangga serta membantu meringankan beban dan penderitaan yang menimpa suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.  Dalam bidang kesejahteraan, seorang isteri harus mengingatkan suami tentang kebaikan, membantu dalam kebajikan dan ketaatan, membantu dalam bidang sosial, menyantuni fakir miskin dan membantu orang-orang yang lemah untuk memenuhi kebutuhan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.  Dalam bidang pendidikan, seorang isteri harus membantu suami dengan jiwa raga dan menerima segala nasehat dan arahannya. Begitu juga dia harus membantunya dalam mendidik dan meluruskan adab anak-anak serta menghindarkan sikap antipati dan masa bodoh terhadap masa depan pendidikan anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Hendaklah seorang isteri tidak mengajukan tuntutan nafkah atau lainnya yang memberatkan suami atau mempersulit suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.  Tidak berkhianat dalam dirinya, harta benda suami dan rahasia-rahasianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balasan Bagi Rumah Tangga yang Berhasil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada amal sholih yang dianggap sia-sia oleh agama. Setiap kebaikan sekecil apapun pasti mendapat balasan. Setiap benih kebaikan yang disemai di ladang subur, pada musim panen pasti akan memetik hasilnya, maka suami dan isteri yang telah membina rumah tangga yang baik dan mengerahkan berbagai macam pengorbanan untuk mendidik keluarga. Alloh akan memberi balasan yang besar. Cukuplah balasan nikmat baginya berupa sanjungan, pujian, dan pahala yang besar setelah wafatnya, seperti yang telah ditegaskan sebuah hadits dari Abu Hurairoh Rodhiyalloohu ‘anhu ia berkata bahwa Rosululloh Shololloohu ‘alaihi wassallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika manusia meninggal maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara,: shodaqoh jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholih yang mendo’akannya.” (HR. Bukhori 7/247 no.6514, dan Muslim 3/1016 no.1631)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balasan yang lebih besar lagi, ia dikumpulkan di surga bersama para kekasih dan kerabatnya dalam satu tempat tinggal di surga, sebagai karunia dan balasan yang baik dari Alloh, seperti firman Allohu ta’ala:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَٱتَّبَعَتۡہُمۡ ذُرِّيَّتُہُم بِإِيمَـٰنٍ أَلۡحَقۡنَا بِہِمۡ ذُرِّيَّتَہُمۡ وَمَآ أَلَتۡنَـٰهُم مِّنۡ عَمَلِهِم مِّن شَىۡءٍ۬‌ۚ كُلُّ ٱمۡرِىِٕۭ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ۬ (﻿٢١﻿)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka.Tiap-tiap manusia terikat dengan apayang dikerjakannya. (QS. 52:21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembinaan rumah tangga secara baik, mampu mengangkat martabat, memperbaiki nasib rezeki, mengukir prestasi, memelihara moral generasi, dan menanggulangi dekadensi sehingga membuat hati tenang dan jiwa lapang. Maka pembinaan harus berbasis penumbuhan kesadaran, keimanan, ketaqwaan dan pengendalian diri, serta mampu membentuk suasana damai dan mesra sehingga perasaan kasih sayang tumbuh subur. Allohu musta’an&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diketik ulang oleh Ummu Tsaqiif al-Atsariyyah dari majalah Mawaddah Edisi 1 Tahun ke-1 (1428/2007) untuk http://jilbab.or.id)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/409098537520795775-8316970174842663966?l=trifikri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://trifikri.blogspot.com/feeds/8316970174842663966/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://trifikri.blogspot.com/2010/01/rumah-tangga-sebuah-amanah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/409098537520795775/posts/default/8316970174842663966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/409098537520795775/posts/default/8316970174842663966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://trifikri.blogspot.com/2010/01/rumah-tangga-sebuah-amanah.html' title='Rumah Tangga Sebuah Amanah'/><author><name>trifikri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09230483845525704026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_52arrasQkcM/SfZ-A0UG0BI/AAAAAAAAADQ/xr9H3r10PrI/S220/DSC00473.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-409098537520795775.post-2329899026903197326</id><published>2009-08-11T13:59:00.005+07:00</published><updated>2009-08-11T14:38:10.709+07:00</updated><title type='text'>20 Cara Membahagiakan Istri</title><content type='html'>Oleh Prince of Jihad pada Kamis 02 Juli 2009, 04:51 AM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumahku Surgaku. Itulah harapan sebuah pernikahan. Memang, tidak mudah untuk mewujudkan harapan tersebut, bisa-bisa rumahku menjadi nerakaku. Dibutuhkan kerjasama yang harmonis diantara suami dan istri ketika mengarungi bahtera pernikahan. Selain itu, dibutuhkan pemahaman mengenai cara memelihara pernikahan agar tetap harmonis dan tahan terhadap badai ujian.  Berikut penjelasan praktis dan padat karya Syekh Umar Bakri Muhammad "Nasihat Indah Untuk Suami Istri" yang diterbitkan oleh Cakrawala Publishing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “ Yang terbaik di antara kalian adalah yang paling baik (perlakuannya) terhadap istri-istrinya dan aku adalah yang terbaik di antara kalian terhadap istri-istriku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasullullah SAW juga bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Tidak ada yang memuliakan wanita dengan sejati kecuali laki-laki yang pemurah (dermawan) dan tak seorangpun yang menghina mereka (wanita) kecuali laki-laki yang kasar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas-tugas seorang suami kepada istrinya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Hendaklah Anda selalu memperlihatkanlah wajah yang menyenangkan ketika masuk ke rumah, ucapkan salam Islam “assalaamu’alaikum” dengan senyuman yang manis, raih tangannya dan peluklah istri Anda dengan mesra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Ketika berbicara, untaikan kalimat yang manis serta memikat istri Anda. Usahakan istri Anda merasa benar-benar diperhatikan dan menjadikannya wanita paling khusus untuk Anda. Untaian kalimat  yang disampaikan kepadanya hendaknya jelas (ulangi jika perlu) dan panggillah istri Anda dengan sebutan yang dia sukai seperti ; manisku, sayangku, cintaku dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Meskipun Anda mempunyai beban kerja yang banyak, luangkanlah waktu untuk beramah tamah dan bercengkerama dengan istri Anda. Hal ini juga  dilakukan oleh Rasulullah SAW dimana beliau juga beramah tamah dan menghabiskan waktu bersama para istri beliau, meskipun pada saat itu beliau juga penuh dengan pekerjaan serta beban tanggung jawab yang sangat besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Mainkanlah suatu permainan ataupun selingan yang menggembirakan bersama istri Anda. Hal ini dinyatakan dalam suatu hadist bahwa Rasullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Semua hal yang  di dalamnya tidak menyebut nama Allah SWT, adalah suatu kesia-siaan, kecuali dalam empat hal : seorang laki-laki yang sedang bermain dengan istrinya, melatih kuda, membidik di antara dua sasaran, serta mengajarkan berenang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Membantu pekerjaan sehari-hari rumah tangga.  Usahakan Anda membantu dan menolong istri Anda dengan tugas-tugas keseharian rumah tangga Anda, seperti membeli makanan, mempersiapkan makanan,  membersihkan serta mengatur rumah, dan lain sebagainya. Hal-hal seperti ini akan membawa kebahagiaan tersendiri pada diri istri Anda dan tentu saja akan semakin memperkuat cinta Anda dan hubungan Anda bersama sang Istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Usahakan musyawarah selalu menghiasi rumah tangga Anda. Bermusyawarahlah dengan istri Anda, dalam setiap permasalahan. Pendapat yang di sampaikan Ummu Salamah kepada Rasulullah SAW pada saat perjanjian Hudaibiyyah adalah suatu kejadian yang sangat terkenal. Hal ini merupakan cara yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW untuk bermusyawarah dengan para istri dan para sahabat beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.Ketika Istri Anda sedang berkunjung ke tempat saudaranya, teman-temannya, serta orang-orang saleh, maka temanilah istri Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.Tata cara melakukan perjalanan dan meninggalkan istri di rumah. Jika Anda tidak bisa membawa serta istri Anda dalam perjalanan, maka ucapkanlah selamat tinggal dengan penuh rasa sayang, bekalilah istri Anda dengan persediaan kebutuhan sehari-hari dan uang secukupnya, mintalah istri Anda untuk mendo’akan Anda, sering-seringlah untuk menghubungi istri Anda. Jangan lupa untuk meminta pertolongan kepada orang yang Anda percayai untuk menjaga keluarga Anda selama Anda bepergian. Persingkat perjalanan Anda jika dirasa sudah tidak penting lagi dan pulanglah dengan membawa oleh-oleh. Hindari untuk pulang pada malam hari atau pada saat-saat yang tidak diharapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.Dukungan keuangan. Tumbuhkanlah sikap dermawan pada diri Anda (tidak pelit) dalam urusan pengeluaran rumah tangga Anda, tentunya harus sesuai dengan kemampuan keuangan Anda. Dukungan keuangan yang baik  (tidak boros tentunya) akan sangat berguna untuk memelihara kestabilan perkawinan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.Buatlah diri Anda agar selalu berbau harum dan perindah penampilan Anda . Allah SWT itu indah dan Dia menyukai keindahan. Maka selalu bersihlah Anda, rapi, dan pakailah parfum. Ibnu Abbas r.a. berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “ saya menyukai keindahan diri saya sendiri untuk istri saya, seperti halnya saya menyukai keindahan istri saya untuk saya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11.Tentang hubungan seksual. Merupakan tugas dari suami untuk mencukupi kebutuhan serta hasrat seksual sang istri. Bisa jadi sekali waktu istri Anda sedang berada dalam masa yang sangat prima berkenaan dengan kesehatan fisik dan psikologisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12.Penuh perhatian. Seorang suami muslim harus sangat perhatian dan penuh perasaan terhadap istrinya. Istri Anda pasti mengalami dan melewati bermacam-macam perubahan baik secara fisik dan psikologis. Pada saat-saat seperti itu, istri Anda sangat memerlukan suatu perlakuan yang mesra dan penuh perhatian, agar istri Anda bisa menghapus kesusahan dan kesedihan yang sedang dialaminya, serta menenangkan perasaannya yang mudah tersentuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13.Jagalah kerahasiaan perkawinan Anda. Diriwayatkan dalam sebuah hadist oleh Abu Sa’id Al-Khudry bahwa Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “ Sungguh di antara orang yang paling buruk di hadapan Allah SWT pada saat hari kebangkitan adalah laki-laki yang mendatangi istrinya untuk melakukan hubungan badan, dan dia membeberkan rahasia itu (tentang hubungan badan) kepada yang lain.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14.Bekerja sama dalam melakukan ibadah kepada Allah SWT, sholat berjama’ah dan selalu tingkatkan aktifitas Anda dalam beribadah kepada Allah SWT, seperti bersedekah, dzikir (mengingat Allah SWT), dan sholat pada malam hari (qiyamul lail). Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “ Semoga rahmat Allah SWT dilimpahkan kepada laki-laki yang bangun pada malam hari dan membangunkan istrinya untuk sholat bersamanya, dan jika dia menolak maka percikkan air ke wajahnya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15.Selalu menunjukkan rasa hormat kepada keluarga dan teman istri Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16.Usahakan untuk mendidik istri Anda tentang islam dan berilah istri Anda nasehat-nasehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17.Cemburu yang sewajarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18.Bersabar dan berlaku lembutlah kepada istri Anda. Kendalikan amarah Anda dan buatlah sang istri untuk menghilangkan keragu-raguannya terhadap Anda, dan nasehatilah dia ketika melakukan suatu kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19.Jadilah pema’af  dan tegurlah istri Anda dengan cara yang baik dan sampaikan pada saat yang benar-benar tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20.Jadilah seorang suami muslim yang sejati, dan terapkan semua yang pernah dibaca dan dipahami tentang Islam,  dengan arif dan bijaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dikutip dari: Almuhajirun&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/409098537520795775-2329899026903197326?l=trifikri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://trifikri.blogspot.com/feeds/2329899026903197326/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://trifikri.blogspot.com/2009/08/20-cara-membahagiakan-istri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/409098537520795775/posts/default/2329899026903197326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/409098537520795775/posts/default/2329899026903197326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://trifikri.blogspot.com/2009/08/20-cara-membahagiakan-istri.html' title='20 Cara Membahagiakan Istri'/><author><name>trifikri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09230483845525704026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_52arrasQkcM/SfZ-A0UG0BI/AAAAAAAAADQ/xr9H3r10PrI/S220/DSC00473.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-409098537520795775.post-6962644223983567130</id><published>2009-06-03T14:49:00.000+07:00</published><updated>2009-06-03T14:52:01.598+07:00</updated><title type='text'>3 bulan Dik Fikri liburan di Cokro</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;embed quality="high" align="middle" flashvars="cy=bb&amp;amp;il=1&amp;amp;channel=3170534137688178509&amp;amp;site=widget-4d.slide.com" type="application/x-shockwave-flash" src="http://widget-4d.slide.com/widgets/slideticker.swf" style="width:400px;height:320px" salign="l" wmode="transparent" scale="noscale" name="flashticker"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;div style="width:400px;text-align:left;"&gt;&lt;a href="http://www.slide.com/pivot?cy=bb&amp;amp;at=un&amp;amp;id=3170534137688178509&amp;amp;map=1" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" src="http://widget-4d.slide.com/p1/3170534137688178509/bb_t000_v000_s0un_f00/images/xslide1.gif" ismap="ismap"/&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.slide.com/pivot?cy=bb&amp;amp;at=un&amp;amp;id=3170534137688178509&amp;amp;map=2" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" src="http://widget-4d.slide.com/p2/3170534137688178509/bb_t000_v000_s0un_f00/images/xslide2.gif" ismap="ismap"/&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.slide.com/pivot?cy=bb&amp;at=un&amp;id=3170534137688178509&amp;map=F" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" src="http://widget-4d.slide.com/p4/3170534137688178509/bb_t000_v000_s0un_f00/images/xslide42.gif" ismap="ismap"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/409098537520795775-6962644223983567130?l=trifikri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://trifikri.blogspot.com/feeds/6962644223983567130/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://trifikri.blogspot.com/2009/06/3-bulan-dik-fikri-liburan-di-cokro.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/409098537520795775/posts/default/6962644223983567130'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/409098537520795775/posts/default/6962644223983567130'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://trifikri.blogspot.com/2009/06/3-bulan-dik-fikri-liburan-di-cokro.html' title='3 bulan Dik Fikri liburan di Cokro'/><author><name>trifikri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09230483845525704026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_52arrasQkcM/SfZ-A0UG0BI/AAAAAAAAADQ/xr9H3r10PrI/S220/DSC00473.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-409098537520795775.post-7717827223598350995</id><published>2009-05-22T14:36:00.006+07:00</published><updated>2009-05-26T15:45:25.917+07:00</updated><title type='text'>my family</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;embed src="http://widget-bf.slide.com/widgets/slideticker.swf" type="application/x-shockwave-flash" quality="high" scale="noscale" salign="l" wmode="transparent" flashvars="cy=bb&amp;amp;il=1&amp;amp;channel=3530822107876822975&amp;amp;site=widget-bf.slide.com" style="width:400px;height:320px" name="flashticker" align="middle"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;div style="width:400px;text-align:left;"&gt;&lt;a href="http://www.slide.com/pivot?cy=bb&amp;amp;at=un&amp;amp;id=3530822107876822975&amp;amp;map=1" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://widget-bf.slide.com/p1/3530822107876822975/bb_t011_v000_s0un_f00/images/xslide1.gif" border="0" ismap="ismap" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.slide333.com/pivot?cy=bb&amp;amp;at=un&amp;amp;id=3530822107876822975&amp;amp;map=2" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://widget-bf.slide333.com/p2/3530822107876822975/bb_t011_v000_s0un_f00/images/xslide2.gif" border="0" ismap="ismap" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.slide333.com/pivot?cy=bb&amp;at=un&amp;id=3530822107876822975&amp;map=F" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://widget-bf.slide.com/p4/3530822107876822975/bb_t011_v000_s0un_f00/images/xslide42.gif" border="0" ismap="ismap" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/409098537520795775-7717827223598350995?l=trifikri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://trifikri.blogspot.com/feeds/7717827223598350995/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://trifikri.blogspot.com/2009/05/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/409098537520795775/posts/default/7717827223598350995'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/409098537520795775/posts/default/7717827223598350995'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://trifikri.blogspot.com/2009/05/blog-post.html' title='my family'/><author><name>trifikri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09230483845525704026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_52arrasQkcM/SfZ-A0UG0BI/AAAAAAAAADQ/xr9H3r10PrI/S220/DSC00473.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-409098537520795775.post-8987087381160684625</id><published>2009-05-11T16:20:00.001+07:00</published><updated>2009-05-11T16:21:32.180+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bolehkah Tauriyah?'/><title type='text'>Bolehkah Tauriyah?</title><content type='html'>Bolehkah Tauriyah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin banyak pembaca yang asing dengan kata "Tauriyah". Apa itu Tauriyah dan bagaimana hukumnya di tinjau dari sisi syariat Islam. Berikut penjelasan? Syekh Muhammad bin Utsaimin rahimahullah berkaitan tentang hal tersebut.&lt;br /&gt;Syekh ditanya,&lt;br /&gt;Apakah hukumnya Tauriyah? Adakah perincian padanya?&lt;br /&gt;Beliau menjawab, Tauriyah adalah keinginan seseorang dengan ucapannya yang berbeda dengan dhahir ucapannya. Hukumnya boleh dengan dua syarat:&lt;br /&gt;Pertama, kata tersebut memberi kemungkinan makna yang dimaksud.&lt;br /&gt;Kedua, bukan untuk perbuatan zhalim.&lt;br /&gt;Jika seseorang berkata, "Saya tidak tidur selain di atas watad." Watad adalah tongkat di dinding tempat menggantungkan barang-barang. Ia berkata, "Yang saya maksud dengan watad adalah gunung." Maka ini adalah tauriyah yang benar, karena kata itu memberi kemungkinan makna tersebut dan tidak mengandung kezhaliman terhadap seseorang.&lt;br /&gt;Demikian pula jikalau seseorang berkata, "Demi Allah, saya tidak tidur kecuali di bawah atap." Kemudian dia tidur di atas atap rumah, lalu berkata, "Atap yang saya maksudkan adalah langit. Maka ini juga benar. Langit dinamakan atap dalam firman-Nya,&lt;br /&gt;"Dan kami jadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara," (Al-Anbiya': 32)&lt;br /&gt;Jika tauriyah digunakan untuk perbuatan aniaya, maka hukumnya tidak boleh, seperti orang yang mengambil hak manusia. Kemudian dia pergi kepada hakim, sedangkan yang dianiaya tidak memiliki saksi. Lalu qadhi (hakim) meminta kepada orang yang mengambil hak tadi agar bersumpah bahwa tidak ada sedikit pun miliknya di sisi Anda. Maka dia bersumpah dan berkata, "Demi Allah, ma lahu 'indi syai' (tidak ada sedikit pun miliknya pada saya)." Maka hakim memutuskan untuknya. Kemudian sebagian orang bertanya kepadanya tentang hal tersebut dan mengingatkannya bahwa ini adalah sumpah palsu yang akan menenggelamkan pelakunya di neraka. Dan disebutkan dalam hadits,&lt;br /&gt;"Siapa yang bersumpah atas sumpah palsu yang dengan sumpah itu ia bisa mengambil harta seorang muslim, ia berbuat fasik padanya, niscaya ia bertemu Allah, dan Dia sangat murka kepadanya." (Muttafaq Alaihi)&lt;br /&gt;Yang bersumpah ini berkata, "Saya tidak bermaksud menafikan (membantah), dan yang saya maksudkan adalah itsbat (menetapkan). Dan niat saya pada kata "ma lahu" bahwa 'ma' adalah isim maushul, artinya: Demi Allah, yang merupakan miliknya ada pada saya." Sekalipun kata itu memberikan kemungkinan makna itu, namun hal itu adalah perbuatan aniaya, maka hukumnya tidak boleh (haram). Karena inilah disebutkan dalam sebuah hadits,&lt;br /&gt;"Sumpahmu berdasarkan pembenaran yang diberikan temanmu." (Riwayat Muslim)&lt;br /&gt;Takwil tidak berguna di sisi Allah  dan sekarang Anda telah bersumpah dengan sumpah yang palsu.&lt;br /&gt;Jika seorang laki-laki, istrinya tertuduh melakukan tindakan jinayah (kriminal), sedangkan istrinya bebas (tidak bersalah) dari tuduhan itu, lalu ia bersumpah dan berkata, "Demi Allah, dia adalah saudari saya." Dan ia berkata, "Maksud saya dia adalah saudari saya dalam Islam." Maka ini adalah ta'ridh (sindiran/pemberian isyarat) yang benar, karena ia memang saudarinya dalam Islam, sedangkan dia dianiaya.&lt;br /&gt;Kesimpulan:&lt;br /&gt;Tauriyah adalah keinginan seseorang dengan ucapannya yang berbeda dengan dhahir ucapannya. Hukumnya boleh dengan dua syarat:&lt;br /&gt;1. Kta tersebut memberi kemungkinan makna yang dimaksud.&lt;br /&gt;2. Bukan untuk perbuatan zhalim.&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bisshawab&lt;br /&gt;[Disalin dari kitab al-Fatawa asy-Syar’iyyah fi al-Masail al-Ashriyyah min Fatawa Ulama Albalad al-Haram, Edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Penyusun Khalid al-Juraisiy, Penerjemah Musthafa Aini, Penerbit Darul Haq]&lt;br /&gt;Terakhir Diperbaharui ( Friday, 06 Jamadil Awal 1430 11:07 )&lt;br /&gt;Sumber:majalah-nikah.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/409098537520795775-8987087381160684625?l=trifikri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://trifikri.blogspot.com/feeds/8987087381160684625/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://trifikri.blogspot.com/2009/05/bolehkah-tauriyah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/409098537520795775/posts/default/8987087381160684625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/409098537520795775/posts/default/8987087381160684625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://trifikri.blogspot.com/2009/05/bolehkah-tauriyah.html' title='Bolehkah Tauriyah?'/><author><name>trifikri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09230483845525704026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_52arrasQkcM/SfZ-A0UG0BI/AAAAAAAAADQ/xr9H3r10PrI/S220/DSC00473.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-409098537520795775.post-6948080408096223170</id><published>2009-05-11T16:18:00.002+07:00</published><updated>2009-05-11T16:19:58.415+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dusta kian merajalela'/><title type='text'>Dusta kian merajalela</title><content type='html'>Dusta kian merajalela&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya, dusta itu bisa mengantarkan kepada kejelekan, dan kejelekan itu bisa mengantarkan ke neraka, dan senantiasa seseorang itu berbuat dusta sampai dia dicatat di sisi Allah sebagai pendusta.” (Riwayat al Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;Tahukah pembaca sekalian, balasan apa yang pantas diberikan kepada orang yang suka berdusta? Rasulullah pernah bermimpi (tentu saja mimpi beliau adalah benar), di mana dalam mimpi tersebut beliau melihat manusia disiksa dengan siksaan yang beragam sesuai dengan perbuatan yang mereka lakukan.&lt;br /&gt;Di antara yang beliau lihat adalah sebagaimana dituturkan dalam sabdanya,&lt;br /&gt;“Kemudian kami mendapatkan seseorang yang terlentang, sedangkan di dekatnya ada seorang yang berdiri dengan memegang semacam gergaji dari besi, kemudian ia membelah salah satu sisi mukanya yaitu dari mulut sampai ke tengkuknya, dari hidung sampai ke tengkuknya, dari mata sampai ke tengkuknya, kemudian pada sisi muka yang lain dengan perlakuan yang sama dengan sisi muka yang pertama tadi. Apabila telah selesai, maka muka itu utuh kembali dan apabila sudah utuh maka diperlakukan lagi seperti sebelumnya.”&lt;br /&gt;Pada mulanya beliau n tidak tahu apa penyebab orang tersebut disiksa demikian berat. Kemudian dikatakan kepada beliau n,&lt;br /&gt;“Adapun seorang yang engkau datangi dan dibelah salah satu sisi mukanya yaitu dari mulut sampai ke tengkuknya, dari hidung sampai ke tengkuknya, dari mata sampai ke tengkuknya, itu adalah seorang yang suka membuat berita bohong sampai berita itu tersebar ke mana-mana.”&lt;br /&gt;Kisah tersebut merupakan potongan hadits yang panjang diriwayatkan oleh Imam al Bukhari. Namun anehnya, di zaman kita ini, kebohongan dengan berbagai macamnya begitu mudah ditemukan. Seakan-akan di setiap celah, dusta selalu berada di dalamnya. Untuk itulah, pada edisi ini, Nikah membahas seputar dusta dan akibatnya. Selanjutnya, kita berlindung pada  Allah l agar dijauhkan dari perbuatan tercela ini.&lt;br /&gt;Pembaca sekalian, mulai edisi ini tampilan Nikah tidak seperti biasanya. Halaman warna bertambah. Namun sayang, bonus yang sedianya akan kami berikan, ternyata belum bisa terwujud. Hal ini disebabkan karena permasalah teknis dengan pihak percetakan. semoga hal ini tidak membuat pembaca kecewa.&lt;br /&gt;Para pembaca sekalian, di awal tahun ini, saudara-saudara kita di Palestina kembali diuji. Begitu banyak harta dan nyawa mereka menjadi korban keganasan tentara Zionis Yahudi. Untuk itu, selain doa,  bantuan berupa harta dapat kita berikan pada mereka. Alhamdulillah, pemerintah mendukung dan memfasilitasi pengadaan bantuan kemanusian ini. Akhirnya, semoga rakyat Palestina diberi kesabaran dan segera dientaskan dari cobaan tersebut.&lt;br /&gt;Terakhir Diperbaharui ( Thursday, 05 Jamadil Awal 1430 15:51 )&lt;br /&gt;Sumber:majalah-nikah.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/409098537520795775-6948080408096223170?l=trifikri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://trifikri.blogspot.com/feeds/6948080408096223170/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://trifikri.blogspot.com/2009/05/dusta-kian-merajalela.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/409098537520795775/posts/default/6948080408096223170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/409098537520795775/posts/default/6948080408096223170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://trifikri.blogspot.com/2009/05/dusta-kian-merajalela.html' title='Dusta kian merajalela'/><author><name>trifikri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09230483845525704026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_52arrasQkcM/SfZ-A0UG0BI/AAAAAAAAADQ/xr9H3r10PrI/S220/DSC00473.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-409098537520795775.post-5340396398273790756</id><published>2009-05-11T16:14:00.001+07:00</published><updated>2009-05-11T16:17:00.185+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Begitulah istri seharusnya'/><title type='text'>Begitulah istri seharusnya</title><content type='html'>Kita semua suatu ketika pasti merasakan sedih. Kesedihan merupakan perasaan normal yang dapat membuat kehidupan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seseorang menarik. Biasanya, rasa sedih berkaitan dengan kehilangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ada juga faktor-faktor lain yang bisa memicu kesedihan. Kesedihan dapat membantu kita menghargai kegembiraan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat suasana hati kita berubah dari sedih menuju senang, suasana kontras inilah yang menambah kegembiraan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rumah tangga pun demikian, rasa sedih seringkali muncul menemani perjalanan biduk anda. Nah, dalam edisi ini, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nikah khusus menyoroti kesedihan yang menimpa suami dan bagaimana peran istri dalam menghadapinya. sebab, dalam &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beberapa kasus, peran istri sebagai tempat curhat dan berbagi tidak ada sama sekali. sebaliknya, istri malah semakin &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menambah beban kesedihan suami. Misalnya, ketika suami merugi dalam usahanya, bukannya menghibur, sang istri malah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ngomel-ngomel, suami mana yang tidak akan makan hati menghadapi model istri semacam ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada baiknya mungkin kita simak kembali suatu cerita tentang besarnya empati istri terhadap suaminya. Ya, dialah Ummu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulaim, istri Abu Thalhah. Beliau merupakan salah seorang wanita yang dikabarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wa sallam sebagai ahli surga. Dalam kisahnya yang sangat terkenal, diceritakan begitu besar kesabarannya dalam &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menghadapi musibah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana tidak, demi menjaga perasaan suaminya agar tidak sedih jika tahu anaknya telah meninggal, Ummu Sulaim mampu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menghilangkan kesedihannya dan bahkan bisa mengajak berhubungan seksual suaminya. Barulah setelah itu, beliau &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memberitahu suaminya apa yang terjadi pada anaknya. Perhatikan, demi menjaga perasaan suaminya, beliau memberikan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hiburan terlebih dahulu sebelum suaminya bersedih. Adakah istri di zaman sekarang yang bisa seperti itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, masih banyak kisah-kisah teladan lainnya yang patut ditiru para istri dalam menghibur suaminya yang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sedang sedih. Seperti ketika Khadijah menghibur nabi, dan kisah para shahabiyah lainnya. Semoga sajian kali ini bisa &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;membuat para istri semakin berempati pada suaminya. amin&lt;br /&gt;Terakhir Diperbaharui ( Monday, 23 Rabi'ul Awal 1429 17:22 )&lt;br /&gt;sumber:majalah-nikah.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/409098537520795775-5340396398273790756?l=trifikri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://trifikri.blogspot.com/feeds/5340396398273790756/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://trifikri.blogspot.com/2009/05/begitulah-istri-seharusnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/409098537520795775/posts/default/5340396398273790756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/409098537520795775/posts/default/5340396398273790756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://trifikri.blogspot.com/2009/05/begitulah-istri-seharusnya.html' title='Begitulah istri seharusnya'/><author><name>trifikri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09230483845525704026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_52arrasQkcM/SfZ-A0UG0BI/AAAAAAAAADQ/xr9H3r10PrI/S220/DSC00473.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-409098537520795775.post-6929230069847557895</id><published>2008-12-23T13:06:00.003+07:00</published><updated>2008-12-23T13:07:34.434+07:00</updated><title type='text'>TUNTUNAN SHALAT RASULULLAH</title><content type='html'>Cara Sujud Rasululllah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saat hendak melakukan sujud, meletakkan kedua lututnya terlebih dahulu sebelum kedua tangannya. Setelah meletakkan kedua lutut, beliau kemudian meletakkan kedua tangan, lalu kening, lalu hidung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah tuntunan sujud yang benar, yang diriwayatkan dalam sebuah hadits oleh Syarik, dari Ashim bin Kulaib, dari ayahnya, dari Wa`il bin Hajar. Wa`il mengatakan bahwa ia pernah melihat Rasulullah ketika hendak sujud, maka beliau meletakkan kedua lututnya sebelum meletakkan kedua tangannya. Dan ketika beliau bangkit, maka beliau mengangkat kedua tangan sebelum mengangkat kedua lututnya. Dalam soal sujud ini, tak ada yang meriwayatkan hadits yang bertentangan dengan keterangan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun hadits dari Abu Hurairah yang berbunyi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِذَا سَجَدَ أَحَدُكُمْ, فَلاَ يَبْرُكُ كَمَا يَبْرُكُ الْبَعِيْرُ, وَلْيَضَعْ يَدَيْهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قَبْلَ رُكْبَتَيْهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apabila salah seorang di antara kalian melakukan sujud, maka janganlah ia mendekam sebagaimana mendekamnya seekor unta (maksudnya melakukan gerakan seperti gerakan mendekamnya unta) dan hendaklah ia meletakkan kedua tangannya sebelum meletakkan kedua lututnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini –wallahu a’lam- terdapat wahm (kesalahan) dari beberapa perawinya. Bagian awal redaksi hadits tersebut bertolak belakang dengan bagian akhirnya. Karena jika seseorang meletakkan kedua tangannya terlebih dahulu sebelum meletakkan kedua lututnya, berarti dia telah mendekam seperti mendekamnya onta. Dalam kenyataannya, unta ketika mendekam kedua tangannya (kaki depannya –ed.) terlebih dahulu, baru kedua lututnya (kaki belakangnya –ed.).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendapat penjelasan tentang kenyataan gerak mendekamnya unta itu, orang-orang yang berpegang kukuh pada kebenaran redaksi hadits di atas lantas membuat alasan bahwa yang dimaksud kedua lutut unta itu sebenarnya adalah kedua kaki depannya bukan kaki belakangnya. Unta ketika sedang mendekam, maka ia pertama kali meletakkan kedua lututnya (kaki depannya –ed.) terlebih dahulu. Dan inilah yang dilarang dalam sujud. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat tersebut juga salah karena beberapa hal:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ketika unta mendekam, ia meletakkan kedua tangannya (kaki depan –ed.) terlebih dahulu. Sedangkan kedua kakinya (kaki belakang -ed.) masih berdiri tegak. Ketika unta hendak bangkit, maka ia akan bangkit dengan kedua kakinya terlebih dahulu, sedang kedua tangannya masih berada di tanah. Inilah sebenarnya yang dilarang oleh Rasulullah dalam melakukan sujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, ketika hendak sujud maka harus menjatuhkan anggota badan yang paling dekat dengan tanah, kemudian anggota badan yang lebih dekat dengan anggota badan yang pertama. Ketika hendak bangkit, maka yang pertama kali diangkat adalah anggota badan yang paling atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah ketika hendak sujud, pertama beliau meletakkan kedua lututnya terlebih dahulu, kemudian kedua tangannya, setelah itu keningnya. Saat bangkit dari sujud, beliau mengangkat kepala lebih dulu, lalu kedua tangannya, dan setelah itu baru kedua lututnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan seperti ini berbeda dengan gerak mendekam yang dilakukan unta. Rasulullah amat melarang umatnya melakukan gerakan shalat yang menyerupai gerakan suatu jenis binatang. Misalnya, beliau melarang untuk mendekam sebagaimana mendekamnya unta, melarang berpindah-pindah sebagaimana berpindahnya serigala, melarang duduk dengan membentangkan kaki sebagaimana yang dilakukan binatang buas, melarang berjongkok sebagaimana berjongkoknya seekor anjing, melarang menekuk jari yang sampai berbunyi sebagaimana yang dilakukan gagak, dan melarang mengangkat tangan ketika salam sebagaimana gerakan ekor kuda terhadap matahari. Yang jelas, tuntunan gerakan shalat itu sangat berbeda dengan gerakan aneka jenis binatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pendapat yang menyatakan bahwa kedua lutut unta itu terletak pada kedua tangannya (kaki depannya –ed.) adalah pendapat yang tidak masuk akal dan tidak dikenal oleh para ahli bahasa, karena lutut unta itu terletak di kedua kaki belakangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Andaikata penjelasan hadits yang mereka utarakan itu benar, maka mestinya redaksi haditsnya berbunyi, “Maka hendaklah orang yang shalat mendekam sebagaimana mendekamnya unta.” Yang pertama kali menyentuh tanah adalah kedua tangan (kaki depan –ed.) unta. Di sinilah inti masalah ini. Yaitu bahwa bagi siapa saja yang mau memikirkan tentang mendekamnya unta, dan ia mengerti bahwa Rasulullah melarang untuk mendekam sebagaimana mendekamnya unta, maka orang tersebut akan yakin bahwa hadits Wa`il bin Hajar adalah yang benar. Wallahu A’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, dalam hadits Abu Hurairah di atas telah terjadi pembalikan (kesalahan) redaksi haditsnya oleh sebagian perawi hadits. Barangkali saja redaksi hadits yang benar adalah, “Dan hendaklah meletakkan kedua lututnya sebelum meletakkan kedua tangannya.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/409098537520795775-6929230069847557895?l=trifikri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://trifikri.blogspot.com/feeds/6929230069847557895/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://trifikri.blogspot.com/2008/12/tuntunan-shalat-rasulullah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/409098537520795775/posts/default/6929230069847557895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/409098537520795775/posts/default/6929230069847557895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://trifikri.blogspot.com/2008/12/tuntunan-shalat-rasulullah.html' title='TUNTUNAN SHALAT RASULULLAH'/><author><name>trifikri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09230483845525704026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_52arrasQkcM/SfZ-A0UG0BI/AAAAAAAAADQ/xr9H3r10PrI/S220/DSC00473.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-409098537520795775.post-5137148303242308255</id><published>2008-12-20T12:45:00.001+07:00</published><updated>2008-12-20T12:47:26.869+07:00</updated><title type='text'>Beberapa Kesalahan Orang Tua Dalam Mendidik Anak</title><content type='html'>Beberapa Kesalahan Orang Tua Dalam Mendidik Anak&lt;br /&gt;Inilah diantara kesalahan dalam mendidik buah hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan menjadi pelajaran yang berharga bagi setiap insan yang mendambakan anak yang shalih, Aamiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ucapan pendidik tidak sesuai dengan perbuatan.&lt;br /&gt;2. Kedua orang tua tidak sepakat dalam mendidik anak.&lt;br /&gt;3. Membiarkan anak jadi korban televisi.&lt;br /&gt;4. Menyerahkan tanggung jawab pendidikan kepada pembantu atau pengasuh.&lt;br /&gt;5. Pendidik menampakakn kelemahannya dalam mendidik anak.&lt;br /&gt;6. Berlebihan dalam memberi hukuman.&lt;br /&gt;7. Berusaha mengekang anak secara berlebihan.&lt;br /&gt;8. Mendidik anak tidak percaya diri dan merendahkan pribadinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari artikel Ustadz Abu Ahmad Zainal Abidin yang berjudul ‘MENYONGSONG KEJAYAAN UMAT DENGAN MENDIDIK GENERASI RABBANI’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: www.anakshalih.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/409098537520795775-5137148303242308255?l=trifikri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://trifikri.blogspot.com/feeds/5137148303242308255/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://trifikri.blogspot.com/2008/12/beberapa-kesalahan-orang-tua-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/409098537520795775/posts/default/5137148303242308255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/409098537520795775/posts/default/5137148303242308255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://trifikri.blogspot.com/2008/12/beberapa-kesalahan-orang-tua-dalam.html' title='Beberapa Kesalahan Orang Tua Dalam Mendidik Anak'/><author><name>trifikri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09230483845525704026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_52arrasQkcM/SfZ-A0UG0BI/AAAAAAAAADQ/xr9H3r10PrI/S220/DSC00473.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-409098537520795775.post-3582738981239606511</id><published>2008-12-20T12:43:00.000+07:00</published><updated>2008-12-20T12:45:43.360+07:00</updated><title type='text'>Ayah Wajib Mendakwahi Anaknya dengan Cara TERBAIK</title><content type='html'>Ayah Wajib Mendakwahi Anaknya dengan Cara TERBAIK&lt;br /&gt;Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Sebagian orang tua yang patuh beragama sering menghadapi kesulitan disebabkan ketidak patuhan anak-anak mereka secara sempurna terhadap hukum-hukum Islam. Misalnya dalam menjaga shalat dan dasar-dasar Islam lainnya, bahkan melakukan beberapa perbuatan maksiat, seprti menonton film, memakan riba, terkadang tidak menghadiri shalat berjama’ah -kadang-kadang-, mencukur jenggot serta kemungkaran-kemungkaran lainnya. Maka apakah sikap seorang ayah yang muslim dan taat (mustaqim) terhadap anak-anak tersebut ? Dan apakah ia harus bersikap keras terhadap mereka atau bersikap lembut ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban&lt;br /&gt;Menurut pandagan saya hendaknya (seorang ayah) mendakwahi mereka dengan cara yang terbaik sedikit demi sedikit. Apabila mereka terjatuh dalam beberapa maksiat maka hendaknya ia melihat (maksiat) yang paling berat, lalu memulai (dakwah -pen) dengannya dan mengulang-ulangi diskusi dengan mereka hingga Allah Subhanahu wa Ta’ala memudahkan urusan ini dan merekapun meninggalkannya. Namun jika mereka tidak mungkin meresponnya maka perbuatan-perbuatan maksiat berbeda-beda, sebagian di antaranya tidak mungkin membiarkan anak bersama anda sementara ia melakukannya, dan sebagian ada yang dibawahnya. Maka bila seorang menghadapi pertentangan antara dua mafsadah, sementara keduanya pasti harus terjadi atau salah satunya pasti terjadi, maka melakukan yang lebih ringan (mafsadah)nya itulah yang adil dan itulah yang hak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi problem yang juga terjadi adalah kebalikan dari pertanyaan ini, yaitu bahwa sebagian pemuda menemui kesulitan disebabkan penyimpangan ayahnya, dimana sang pemuda itu adalah seorang yang multazim namun ayahnya justru berbeda dari itu. Maka anda akan menemukan ayahnya selalu menentangnya dalam banyak masalah. Kini nasehat saya kepada para bapak tersebut adalah hendaknya mereka takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap diri mereka dan anak-anak mereka, hendaknya mereka memandang arah (perilaku) anak-anak mereka dan istiqomahnya itu sebagai suatu nikmat yang patut mereka syukuri kepada Allah baginya, karena keshalihan anak-anak mereka itu akan bermanfaat bagi mereka ketika masih hidup dan ketika telah mati. Sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Apabila seorang insane mati maka terputuslah semua amalannya, kecuali dari tiga hal : sedekah jariyah, atau ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang mendo’akannya” [1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga mengarahkan pembicaraan kepada para putra dan putri, bahwa ayah ataupun ibu mereka jika memerintahkan kepada kemaksiatan maka tidak ada keataatan dalah hal itu, tidak wajib taat kepada mereka[2], dan menyelisihi mereka -walaupun mereka marah- tidaklah termasuk kedurhakaan, bahkan itu termasuk berbakti dan berbuat baik pada keduanya agar dosa dan kejahatan mereka tidak bertambah disebabkan kalian melakukan maksiat yang mereka perintahkan. Maka apabila kalian menolak berbuat maksiat yang mereka perintahkan, maka sebenarnya kalian telah berbakti pada mereka, karena kalian telah menghalangi mereka untuk tidak menambah dosa. Maka kalian jangan menta’ati mereka dalam kemaksiatan selama-lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun dalam ketaatan yang itu meninggalkannya bukan termasuk maksiat, maka seyogyanya seseorang melihat apakah yang lebih mengandung maslahat. Jika ia melihat yang lebih maslahat adalah menyelisihi mereka, maka hendaknya ia menyelisihi mereka. Akan tetapi hendakanya menyiasatinya jika ketaatan tersebut termasuk yang boleh ditolak dan disembunyikan dari mereka, maka hendaklah ia menolak dan menyembunyikannya dari mereka, maka hendaklah ia menolak dan menyembunyikannya dari mereka. Dan jika (ketaatan) tersebut termasuk (yang mungkin di tolak namun) tidak mungkin disembunyikan maka ia dapat menampakkannya dan berusaha untuk menjelaskan dengan tuntas kepada mereka (para orang tua) bahwa hal itu tidaklah membawa mudharat jika dilakukan, atau dengna ungkapan yang semacamnya yang dapat memuaskan (orang tua).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari kitab Ash-Shahwah Al-Islamiyah Dhawabith wa Taujihat, edisi Indonesia Panduan Kebangkitan Islam, Penulis Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, terbitan Darul Haq]  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foote Note :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits Riwayat Muslim No. 1631 dalam kitab Al-Wshiyah, bab Maa Yalhaqul Insan Min Ats-Tsawaab Ba’da Wafatihi, dari hadits Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu &lt;br /&gt;Berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Tidak ada keta’atan bagi makhluq dalam bermaksiat kepada Khaliq” Dikeluarkan oleh Ahmad (1/131). Al-Arna’uth berkata : “sanadnya lemah, akan tetapi mempunyai syahid dari hadits Al-Hakam bin Amr Al-Ghifari dan Imran bin Hushain Radhiyallahu ‘anhu pada Ahmad (5/66,67) dan Ath-Thayalisi 856 dan sanadnya shahih, dishahihkan oleh Al-Hakam (2/443) dan disetujui oleh Adz-Dzahabi. Ia juga mempunyai syahid (dari) apa yang dikeluarkan oleh Al-Bukhari no. 7145, Muslim no. 1840 dari Ali Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Tidak ada ketaatan dalam kemaksiatan, keta’atan itu hanya pada yang ma’ruf” Lihat Silsilah Ash-Shahihah oleh Al-Albani (179-181). &lt;br /&gt;sumber http://www.almanhaj.or.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber http://www.anakshalih.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/409098537520795775-3582738981239606511?l=trifikri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://trifikri.blogspot.com/feeds/3582738981239606511/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://trifikri.blogspot.com/2008/12/ayah-wajib-mendakwahi-anaknya-dengan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/409098537520795775/posts/default/3582738981239606511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/409098537520795775/posts/default/3582738981239606511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://trifikri.blogspot.com/2008/12/ayah-wajib-mendakwahi-anaknya-dengan.html' title='Ayah Wajib Mendakwahi Anaknya dengan Cara TERBAIK'/><author><name>trifikri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09230483845525704026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_52arrasQkcM/SfZ-A0UG0BI/AAAAAAAAADQ/xr9H3r10PrI/S220/DSC00473.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-409098537520795775.post-618875439657826811</id><published>2008-12-20T12:42:00.002+07:00</published><updated>2008-12-20T12:51:30.421+07:00</updated><title type='text'>Bagaiamana Mendekati Anak</title><content type='html'>Bagaimana Mendekati Anak&lt;br /&gt;Agar anak tidak merasa jauh dari orang tua maka kedekatan anatar orang tua dan anak harus senantiasa dibangun. Untuk membangun hal itu, sebagai orang tua anda harus melakukan sesuatu. Faktor orang tua menjadi penentu dalam hal ini. Berikut beberapa perkara yang bisa dijadikan arahan untuk membangun kedekatan anda dengan anak:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kesiapan mental untuk menjadi orang tua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memiliki anak membawa implikasi yang luas, tidak hanya merubah peran dari suami/istri,menjadi seorang ayah/ibu. Ada komitmen dan tanggung jawab yang harus disadari dan dijalankan. Oleh sebab itu, perlu hati dan pikiran yang tenang untuk menjalani proses menjadi orang tua. Selain itu, kesiapan mental juga diperlukan, terutama untuk menghindari konflik dan ketegangan yang bisa muncul di antara suami-istri akibat perubahan yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ciptakan komunikasi yang hangat sejak dini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkomunikasi dengan anak tidak dimulai sejak anak lahir, melainkan sejak ia dalam kandungan. Sejak itu proses kasih sayang pun dimulai. Berbicaralah kepadanya meski ia masih belum tampak secara lahiriah. Sapalah dia, senyumlah untuknya dan pertahankan kestabilan emosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak penelitian yang menyatakan bahwa seorang anak bisa memahami apa yang terjadi dalam diri sang ibu meski ia belum lahir. Hal itu bisa dibuktikan dari munculnya kecenderungan tertentu yang ada pada anak, misalnya pencemas, super sensitif atau pemarah- dihubungkan dengan persoalan yang sedang dihadapi sang ibu pada masa dan pasca kehamilannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Upayakan program menyusui&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses menyusui, bukan hanya sekedar memberikan ASI yang berkualitas. Namun menyusui merupakan proses yang melibatkan dua belah pihak, bahkan tiga belah pihak: suami, istri dan anak. Kegiatan menyusui merupakan momen yang ideal untuk membangun kontak batin yang erat, melalui kelekatan fisik dan kontak mata yang insentif. Proses ini membutuhkan hati yang tenang dan penuh kasih, karena produksi ASI akan terpengaruh oleh factor fisik dan emosional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tanggapailah tangisan bayi/anak secara positif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui tangisan seorang bayi dapat mengkomunikasikan ketakutannya, kelaparan, kehausan, keinginannya akan kehangatan, keinginannya untuk dibelai, rasa tidak enak, kedinginan, kepanasan, dan rasa tidak enak yang lain. Bayi adalah mahluk paling tidak berdaya dan tidak berdosa, serta tidak punya maksud buruk. Jadi, tangisannya adalah murni muncul dari kebutuhannya. Bayangkan, jika orang tua menunda respon terhadap ketakutannya, maka bayi akan merasa frustasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Upayakan kebersamaan dalam keluarga inti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak keluarga yang menggunakan jasa baby sitter untuk mengasuh anak. Ironisnya, ada ibu rumah tangga yang tidak bekerja, tidak mempunyai kegiatan apapun kecuali arisan, ke salon atau shopping, mempunyai banyak asisten dan pembantu. Anaknya pun sepenuhnya diurus oleh baby sitter. Tidaklah mengherankan jika kelak antara dia dengan anaknya tidak terlihat suatu kedekatan yang positif, karena anaknya lebih dekat dengan pengasuhnya. Situasi ini tidak mendorong proses perkembangan psikologis dan identitas yang sehat. Anak melihat dirinya diabaikan oleh ibunya, sementara dang ibu memperhatikan anak melalui berbagai barang dan mainan yang dibeli atau uang jajan yang berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedekatan yang positif, membutuhkan kerja sama setiap anggota keluarga. Perlu disediakan waktu kebersamaan yang konsisten, dipenuhi perasaan tenang, senang dan santai, agar anak bisa merasakan senagnya kebersamaan dengan ‘abi dan ummi’. Tetapi, orang tua juga harus belajar dari anaknya, dan melihat hasil didikannya selama ini melalui sikap dan perilaku anak. Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Majalah Nikah Vol. 2, No. 6, September 2003, hal. 52-54, Pustaka Aisyah www.safuan.wordpress.com&lt;br /&gt;Sumber : www.anakshalih.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/409098537520795775-618875439657826811?l=trifikri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://trifikri.blogspot.com/feeds/618875439657826811/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://trifikri.blogspot.com/2008/12/bagaiamana-mendekati-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/409098537520795775/posts/default/618875439657826811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/409098537520795775/posts/default/618875439657826811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://trifikri.blogspot.com/2008/12/bagaiamana-mendekati-anak.html' title='Bagaiamana Mendekati Anak'/><author><name>trifikri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09230483845525704026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_52arrasQkcM/SfZ-A0UG0BI/AAAAAAAAADQ/xr9H3r10PrI/S220/DSC00473.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-409098537520795775.post-5791853721114882761</id><published>2008-12-11T14:02:00.000+07:00</published><updated>2008-12-11T14:04:58.901+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='liburan teman teman upt'/><title type='text'>liburan teman teman upt di cokro</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_52arrasQkcM/SUC7UJ9VbRI/AAAAAAAAAAU/EAkX7tZAgAY/s1600-h/Image(5).jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278424718223174930" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_52arrasQkcM/SUC7UJ9VbRI/AAAAAAAAAAU/EAkX7tZAgAY/s320/Image(5).jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;liburan teman teman upt di cokro&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/409098537520795775-5791853721114882761?l=trifikri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://trifikri.blogspot.com/feeds/5791853721114882761/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://trifikri.blogspot.com/2008/12/liburan-teman-teman-upt-di-cokro.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/409098537520795775/posts/default/5791853721114882761'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/409098537520795775/posts/default/5791853721114882761'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://trifikri.blogspot.com/2008/12/liburan-teman-teman-upt-di-cokro.html' title='liburan teman teman upt di cokro'/><author><name>trifikri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09230483845525704026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_52arrasQkcM/SfZ-A0UG0BI/AAAAAAAAADQ/xr9H3r10PrI/S220/DSC00473.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_52arrasQkcM/SUC7UJ9VbRI/AAAAAAAAAAU/EAkX7tZAgAY/s72-c/Image(5).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-409098537520795775.post-6144475636004444403</id><published>2008-12-11T13:53:00.000+07:00</published><updated>2008-12-11T14:07:36.212+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='muhammad fikri al kautsar'/><title type='text'>muhammad fikri al kautsar</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_52arrasQkcM/SUC6SZYVI3I/AAAAAAAAAAM/TvaX0vqezEI/s1600-h/Image(15).jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278423588491567986" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 240px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_52arrasQkcM/SUC6SZYVI3I/AAAAAAAAAAM/TvaX0vqezEI/s320/Image(15).jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;muhammad fikri al kautsar anak shalih&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/409098537520795775-6144475636004444403?l=trifikri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://trifikri.blogspot.com/feeds/6144475636004444403/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://trifikri.blogspot.com/2008/12/muhammad-fikri-al-kautsar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/409098537520795775/posts/default/6144475636004444403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/409098537520795775/posts/default/6144475636004444403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://trifikri.blogspot.com/2008/12/muhammad-fikri-al-kautsar.html' title='muhammad fikri al kautsar'/><author><name>trifikri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09230483845525704026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_52arrasQkcM/SfZ-A0UG0BI/AAAAAAAAADQ/xr9H3r10PrI/S220/DSC00473.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_52arrasQkcM/SUC6SZYVI3I/AAAAAAAAAAM/TvaX0vqezEI/s72-c/Image(15).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
